Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Tampilkan postingan dengan label Update Corona Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Update Corona Bandung. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2020

Update Corona Bandung 27 September 2020, 13 Kasus Baru Positif Covid -19

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Kasus jumlah positif virus corona atau Covid-19 di Kota Bandung terus bertambah signifikan. Setelah sebelumnya mencatatkan penambahan 10 kasus positif Covid-19, pada Minggu (27/9/2020) ada 13 kasus positif baru di Kota Bandung. Angka ini membuat jumlah total kasus menjadi 1.248 kasus atau bertambah 21 kasus dari data sebelumnya.

Merujuk situs web https://covid19.bandung.go.id/ yang masih terbatas dalam menyampaikan data, juga diketahui bahwa jumlah kasus meninggal bertahan di angka 55 kasus.

Informasi lain yang bisa diketahui per hari ini adalah jumlah total suspek yang terus bertambah secara signifikan, mencapai 7.650 kasus dengan 300 kasus di antaranya sedang dalam tahap pemantauan. Sementara itu, jumlah kasus kontak erat secara akumulatif mencapai 4.677 kasus dengan 336 kasus di antaranya saat ini berada dalam tahap pengawasan.

Dari rincian data per kecamatan, bisa diketahui bahwa Cicendo, dengan 86 kasus, masih merupakan kecamatan dengan jumlah kasus positif terbanyak. Ada penambahan 1 kasus positif di kecamatan ini. Sementara itu, kecamatan dengan jumlah kasus positif terkecil adalah Bandung Wetan dengan 11 kasus.

Situs web juga menampilkan rincian data per kelurahan. Diketahui, Sukaraja merupakan kelurahan dengan jumlah kasus terkonfirmasi terbanyak, mencapai 35 kasus, disusul Kelurahan Cijagra dengan 32 kasus. Artinya, ada penambahan satu kasus positif di Sukaraja.

Tercatat saat ini sebanyak 146 kelurahan, atau 96,69 persen dari seluruh kelurahan di Kota Bandung, tercatat memiliki kasus positif Covid-19 terkonfirmasi.Hanya 5 kelurahan yang terbebas dari pandemi ini.  

Kota Bandung saat ini juga masih menerapkan  Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat, Satgas Penaganan Covid-19 melakukan beberapa langkah pengawasan dan penindakan, termasuk pembubaran kerumunan dan penutupan beberapa akses jalan.

Tentang ketersediaan ruang isolasi di Bandung, Pemkot menyatakan bahwa jumlahnya di puluhan rumah sakit masih memadai. Okupansinya di kisaran 30-40 persen.

Protokol kesehatan

Sumber data terkini Covid-19 Kota Bandung berasal dari dokumen Laporan Harian Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Bandung yang disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Data bersifat dinamis berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan oleh petugas Dinas Kesehatan dan puskesmas di wilayah-wilayah di Kota Bandung.

Virus corona diketahui menular melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan rentan terjadi dalam jarak hingga 1 meter.

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, masyarakat diajak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai masker, menghindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Kamis, 24 September 2020

Masuk Zona Oranye, Kerumunan Malam Akan Diurus Satgas

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Per Kamis (24/9/2020), Kota Bandung, masih berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran corona penyebab Covid-19. Penegakan aturan untuk mencegah kerumunan pun akan terus dilakukan.

"Kota Bandung masih di level oranye atau terkendali. Kami masih sangat berhati-hati dalam membuka sektor-sektor yang akan direlaksasi," ungkap Ode    d dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Kamis (24/8/2020).

Guna mendisiplinkan masyarakat Kota Bandung pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung membentuk tiga tim penegakan aturan.

Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, ada 3 tim yang bergerak secara serempak pada malam hari, terutama saat Sabtu malam. Hal itu karena pada akhir pekan lebih banyak orang yang berkerumun di beberapa lokasi di Kota Bandung.

"Ada tim mobilisasi gabungan. Tim ini yang akan membubarkan kerumunan. Karena melihat situasi kondisi khususnya pada malam minggu, itu (pembubaran kerumunan) perlu dilakukan," kata Rasdian, Sabtu 19 September 2020 malam.

Perlu diketahui, selain 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), menghindari kerumunan merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Rasdian mengungkapkan, tim lainnya yaitu tim stasioner atau tetap yang bertugas di sekitar area Alun-Alun Kota Bandung. Mereka bertugas membubarkan kerumunan di sekitar jalan-jalan yang sudah ditutup sejak pukul 21.00 WIB.

"Untuk yang membubarkan kerumunan ada yang mobilisasi, itu dinamis. Ada yang tetap ditempatkan di Alun-Alun, Braga, Jalan Soekarno. Karena memang Jalan sekitar di Alun-Alun sudah ditutup oleh Satlantas dengan Dishub," katanya.

"Pembubarannya secara bertahap dan agar steril dari kerumunan. Kita mengimbau masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing," lanjutnya, seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Jumat (25/9/2020).

Sementara itu, yang ketiga, yaitu tim khusus penegakkan hukum yang bertugas mendisiplinkan para pelaku usaha yang sudah melewati batas jam operasional.

"Kita sudah ada jadwalnya tempat-tempatnya di mana saja. Tapi kita juga akan merespons pengaduan masyarakat. Misalnya malam ini, ada pengaduan warga, kita berangkat ke sana," ucapnya.

"Tim penegakannya itu melibatkan Gugus Tugas di Kecamatan. Jadi sejauh mana Kecamatan bisa menjaga wilayahnya nanti dibantu penguatannya oleh tim Gugus Kota. Karena kita tidak bisa menjaga semua wilayah," kata dia.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Rabu, 23 September 2020

Berikut 6 Fakta Belasan Hotel di Bandung yang Akan Dijadikan Ruang Isolasi Covid-19

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sejumlah belasan hotel di Kota Bandung, diusulkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat sebagai calon tempat isolasi Covid-19, baik untuk pasien maupun tenaga kesehatan.

Berikut ini 6 fakta yang penting diketahui warga terkait program hotel isolasi Covid-19 tersebut

1. Inisiatif pemerintah pusat

Program akomodasi hotel sebagai tempat isolasi Covid-19 merupakan inisiatif pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di Jakarta, nama-nama puluhan hotel yang siap dijadikan tempat isolasi juga sudah diserahkan untuk diseleksi. Di Jawa Barat, koordinasi program tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanangan Covid-19 Jawa Barat dengan menggandeng PHRI.

Bisnis wisata dan hotel, diketahui bersama, merupakan salah satu usaha yang paling terdampak pandemi akibat adanya larangan dan atau pembatasan perjalanan dan kerumunan. Selain para pelancong, hotel juga kehilangan pendapatan dari penggunaan ruangan untuk rapat dan seminar. Okupansi hotel di Badung dan Jawa Barat di bulan-bulan pertama anjlok hingga maksimal 5 persen. Mulai Juli-Agustus, angka ini membaik hingga mencapai angka 30 persen. Namun pada awal September, okupansi kembali turun.

2. PHRI Jabar mendata dan mengusulkan

Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar menyatakan bahwa tugas PHRI adalah mendata para anggotanya yang siap dan menyediakan diri menjadi tempat isolasi Covid-29. Selain peluang untuk mendapatkan alternatif pemasukan bagi bertahannya bisnis hotel, kesediaan bekerja sama ini dilihat PHRI sebagai salah satu sumbangan para penguasaha hotel dalam usaha bersama melawan pandemi.

“Tugas kami mengumpulkan nama-nama hotel lalu melengkapi setiap data yang dibutuhkan. Proses seleksi dan pelatihan sepenuhnya kewenangan Satgas (Satuan Tugas Penanganan Covid-19). Hotel-hotel inilah yang diusulkan,” tutur Herman.

3. Nama-nama hotel masih ususan

Setelah mengkoordinasikan tawaran Satgas Penanganan Covid-19 Jabar dengan para anggotanya, PHRI Jabar mengusulkan daftar belasan hotel di Bandung, Soreang, dan Lembang sebagai tempat isolasi Covid-19. Ada juga masing-masing satu hotel di Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar menyatakan, daftar usulan itu bisa terus bertambah karena banyaknya minat para pengelola hotel untuk berpartisipasi dalam program pemerintah tersebut. PHRI akan terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar.

4. Seleksi dan pelatihan oleh Satgas

Daftar hotel tempat isolasi Covid-19 yang diusulkan PHRI Jabar akan diverifikasi oleh Satgas Penaganan Covid-19 Jabar. Satgas juga yang memiliki kewenangan untuk melakukan seleksi mana saja hotel yang akhirnya diperbolehkan menjadi tempat isolasi. Terhadap hotel-hotel yang lolos seleksi, Satgas akan melakukan pelatihan penerapan protokol kesehatan.

5. Okupansi ruang isolasi di Bandung 30-40 persen

Di Kota Bandung, terdapat 505 tempat tidur di 27 rumah sakit yang secara khusus disiapkan untuk ruang isolasi perawatan pasien Covid-19. Tingkat okupansi dalam satu pekan terakhir ada di kisaran 30-40 persen.

Koordinator Bidang Perencanaan Data Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyatakan, daya tampung ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di 27 rumah sakit di Kota Bandung saat ini masih relatif mencukupi. Ia meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan ketersediaan ruang layanan yang seluruh pembiayaannya akan ditanggung oleh pemerintah.

“Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan warganya dirawat dengan baik. SAat ini kondisi ruang isolasi kita sudah memadai. Kapasitasnya juga masih mencukupi,” tutur Ahyani.

6. Kasus baru tiap hari, tapi tingkat kesembuhan tinggi

Mencermati pergerakan data pandemi di tiap-tiap usat informasi Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah-pemerintah daerah di Bandung Raya, diketahui bahwa penambahan kasus positif baru terjadi hampir tiap hari. Jumlahnya di tiap-tiap daerah, yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat, beragam.

Namun, diketahui juga jika tingkat kesembuhan di tiap-tiap daerah relatif tinggi. Di Cimahi, per Selasa (22/9/2020),  jumlah akumulatif kasus sembuh tercatat 231 kasus atau setara dengan 79,93 persen dari total jumlah kasus sebanyak 289 kasus.

Di Kota Bandung, pada Senin (21/9/2020) tercatat 32 kasus sembuh sehingga menjadikan jumlah total kasus sembuh menjadi 878 kasus. Angka ini setara dengan 78,95 persen dari total jumlah kasus sebanyak 1.112 kasus. 

Sumber: ayobandung.com

Share:

Selasa, 15 September 2020

Situs Covid-19 Kota Bandung Tidak Dapat Diakses

 

Sumber Foto: ayobandung.com

https://covid19.bandung.go.id/ sebagai situs resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung mengalamai gangguan sehingga tidak bisa diakses pada Rabu (16/9/2020) pagi. Belum diketahui rincian data terkini tentang pandemi di kota ini per 15 September 2020 sore.

Ayobandung.com mencoba mengakses situs https://covid19.bandung.go.id/ di tiga perangkat berbeda dan hasilnya sama. Terakhir, data yang ditampilkan adalah kondisi pandemi dan penanganannya per 14 September 2020 sore.

"Sepertinya sedang perbaikan dan update data. Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung) yang menangani," tulis Koordinator Bidang Perencanaan Data Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara lewat layanan pesan pendek.

Per 14 September 2020 sore, jumlah kasus aktif positif corona atau Covid-19 di Kota Bandung tercatat sebanyak 222 kasus, bertambah 12 kasus baru dibandingkan jumlah yang tercatat sehari sebelumnya sebanyak 210 kasus. Dengan penambahan ini, jumlah total kasus positif di Kota Bandung saat ini menjadi 995 kasus.

Jumlah kasus sembuh tercatat sebanyak 721 kasus, bertambah 8 kasus dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 713 kasus. Angka kesembuhan ini setara dengan 72,46 persen dari jumlah total kasus positif. Jumlah orang meninggal tercatat 52 kasus, atau bertambah satu kasus dari hari sebelumnya. Angka kematian akibat corona di Kota Bandung ini setara 5,23 persen dari jumlah total kasus positif.

Juga diketahui saat ini terdapat 91 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang menjalani perawatan. Jumlah ini bertambah dari jumlah PDP dirawat pada hari sebelumnya sebanyak 80 orang. Total jumlah orang berstatus PDP yang sudah menjalani perawatan di Kota Bandung tercatat menjadi 1.466 kasus. 

Sumber: ayobandung.com

Share:

Jumat, 11 September 2020

Update Covid-19 Bandung per 11 September 2020

Sumber Foto: Ayobandung.com

Jumlah kasus aktif positif corona atau Covid-19 di Kota Bandung Per 11 September 2020 pukul 5 sore, tercatat sebanyak 165 kasus, bertambah dari jumlah kasus sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 131 kasus. Jumlah ini setara 18,15 persen dari total kasus positif corona sebanyak 909 kasus.

Merujuk situs https://covid19.bandung.go.id/, juga diketahui saat ini terdapat 78 orang dalam pemantauan (ODP), bertambah dari jumlah ODP sebanyak 45 orang pada hari sebelumnya. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang menjalani perawatan sebanyak 78 orang, berkurang dari jumlah pasien PDP dirawat pada hari sebelumnya sebanyak 97 pasien.

Dari 909 kasus positif Covid-19 di Kota Bandung, sebanyak 695 kasus di antaranya atau 76,46 persen dinyatakan sembuh. Sementara itu, tercatat 49 kasus atau 5,39 persen dari total kasus positif, berujung pada kematian.

Lengkong, dengan 64 kasus, merupakan kecamatan dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di Kota Bandung. Jumlah pasien sembuh terbanyak, sejumlah 51 orang, berasal dari Kecamatan Cicendo.

Sumber data terkini Covid-19 Kota Bandung berasal dari dokumen Laporan Harian Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Bandung yang disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Data bersifat dinamis berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan oleh petugas Dinas Kesehatan dan puskesmas di wilayah-wilayah di Kota Bandung.

Virus corona diketahui menular melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan rentan terjadi dalam jarak hingga 1 meter.

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, masyarakat diajak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai masker dan menghindari kerumunan.

Sumber: ayobandung.com

Share:

BTemplates.com

Blog Archive