Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Tampilkan postingan dengan label COVID-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label COVID-19. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2020

Bagaimana Cara yang Sopan Untuk Menegur Pelanggar yang Tak Pakai Masker?

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak demi menekan penularan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, menjadi hal yang penting untuk semua orang. Namun pada realitanya masih ada saja orang yang bandel dan enggan memakai masker.

Lalu bagaimana cara meminta seseorang memakai masker dengan sopan? Para ahli menyarankan agar Anda mengajukan permintaan secara diam-diam karena mempermalukan orang tersebut dapat membuat mereka bersikap defensif.

Seorang Ahli Prilaku dari Universitas Auburn, Alabama, Amerika Serikat (AS) mengatakan mengutip peraturan protokol atau rekomendasi dari pejabat kesehatan dapat menjadi cara yang sopan dalam beberapa kasus.

“Seseorang merasa tidak terlalu tersinggung dan bisa menerima ketika Anda berkata, 'Ini yang dikatakan para ahli," kata Kavookjian seperti dikutip dari Assocoated Press, Selasa (6/10).

Pakar kesehatan masyarakat mengatakan, masker adalah kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi meminta orang asing untuk mengenakan masker bisa menyebabkan situasi yang tidak stabil, karena mereka mungkin tidak mudah dibujuk.

Daripada harus berdebat, para ahli merekomendasikan untuk menghindari orang-orang yang tidak mengenakan masker. Apalagi jika mereka tidak mengenakan masker di muka umum.

Sementara jika Anda berada di toko atau restoran, cara terbaik adalah dengan meminta manajer atau seseorang yang bertanggung jawab untuk menegur mereka yang tidak mengenakan masker.

Atau bisa juga mengatakan langsung dengan menggunakan kalimat yang sopan, seperti berikut: "Demi keselamatan Anda dan saya, saya akan merasa jauh lebih nyaman jika kita berdua memakai masker”.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Senin, 05 Oktober 2020

Gempar Jenazah Covid-19 Dikenakan Kaos dan Popok di Cirebon, Ini Kata RSD Gunung Jati

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sebuah video berisi pemakaman pasien Covid-19 menghebohkan jagat maya. Dipastikan terjadi di Cirebon, otoritas di 2 wilayah pun menjelaskan kronologinya.

Video berdurasi 2 menit 49 detik itu berisi kehebohan keluarga dan warga di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, saat prosesi pemakaman jenazah seorang laki-laki dengan protokol kesehatan.

Sebelum dikuburkan, warga telah dihebohkan dengan kabar jenazah tersebut terkonfirmasi positif. Kehebohan semakin menjadi kala beberapa orang memaksa untuk membuka peti jenazah dan mendapati kondisi jenazah yang dianggap tak layak dimakamkan sebagaimana nilai-nilai agama Islam.

Warga terperangah dan histeria memenuhi area tempat pemakaman umum setempat, setelah mengetahui jenazah yang terbungkus kantong jenazah, kantong plastik, serta kain kafan, hanya mengenakan kaos dan popok dewasa.

Video tersebut memperdengarkan kalimat-kalimat keprihatinan dan kemarahan keluarga maupun warga. Beberapa dari mereka bahkan terdengar hendak menjadikan pengemudi ambulans yang membawa jenazah sebagai sasaran kekecewaan.

Penjelasan Direktur RSD Gunung Jati

Diketahui, jenazah tersebut merupakan pasien RSD Gunung Jati, Kota Cirebon. Direktur RSD Gunung Jati, Ismail Jamaludin memastikan hal itu.

"Pasien pria tersebut berusia 37 tahun," ujarnya, Senin (5/10/2020).

Pasien masuk RSD Gunung Jati pada 29 September 2020 pukul 17.00 WIB dan merupakan pasien rujukan dari RS Siloam Putra Bahagia, Kota Cirebon.

Menurutnya, pasien tak mau diantar perawat dan dibawa ambulans saat berpindah dari RS Siloam Putra Bahagia ke RSD Gunung Jati. Pasien hanya diantar sang istri.

"Di RS Putra Bahagia, pasien sudah menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif," cetusnya.

Sejak datang ke RSD Gunung Jati, pasien sudah mengalami sesak nafas. Keesokan hari, pasien menjalani tes usap dan terkonfirmasi positif. 

Pada 1 Oktober 2020, pasien mengalami penurunan kesadaran dan kondisinya bertambah kritis pada 2 Oktober malam. Dia meyakinkan, pihak keluarga telah diberitahu dan diberi penjelasan ihwal kondisi pasien.

Pada 3 Oktober 2020 pukul 14.50 WIB, pasien meninggal dunia. Pihak rumah sakit pun berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, mengingat pasien merupakan warga Kabupaten Cirebon.

"Sebelum pemulasaraan, kami sampaikan kepada pihak keluarga, yakni istri dan kakaknya, bahwa pasien positif sehingga penanganannya pun sesuai protokol," paparnya.

Pemulasaraan disesuaikan peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes), mulai dari pembersihan jenazah, disinfeksi, hingga pembungkusan jenazah.

Dia menerangkan, lapisan pembungkus bagi jenazah penderita Covid-19 terdiri dari plastik, kain kafan, plastik, kantong jenazah, dan peti jenazah. 

Sesuai protokol itu, dia memastikan jenazah telah dikafani. Menyinggung soal kaos dan popok yang dikenakan pada jenazah, Ismail menjelaskan, selain terkonfirmasi positif pasien pula menunjukkan adanya penyakit penyerta (comorbid).

"Pasien ada comorbid, kami temukan tanda pembekuan darah. Sebelum meninggal, kami kasih obat anti pembekuan darah," ungkapnya.

Kondisi itu membuat jenazah mengeluarkan banyak cairan dari lubang-lubang di seluruh tubuhnya setelah meninggal dunia. Pihaknya pun mengenakan baju dan popok karena dikhawatirkan cairan masih akan keluar dan berpotensi menimbulkan infeksius.

Meski diakui tak ada panduan jelas soal itu, penanganan terhadap jenazah pasien positif diserahkan kepada pihak yang menangani.

Dengan alasan keselamatan, pasien dipakaikan kaos dan popok, baru setelahnya jenazah dibungkus dan dimasukkan ke dalam peti.

"Ketika seseorang meninggal dunia, tubuh jadi lembek sehingga cairan tubuh masih dimungkinkan keluar. Baju dan popok dipakaikan (terhadap jenazah) setelah dimandikan seluruhnya, dibungkus plastik untuk hindari penularan, baru dibungkus kain kafan," tuturnya.

Dia mengatakan, meski disinfeksi telah dilakukan, potensi penularan masih tetap ada sekalipun pasien sudah meninggal. Meski belum ada pembuktian, secara teori, virus pada orang yang sudah meninggal dunia dapat mati pada 4-6 jam kemudian.

Selain mencegah kemungkinan penularan, pemakaian pakaian dan popok juga dimaksudkan sebagai bentuk etika terhadap keluarga pasien. 

Pemakaman jenazah dilakukan pada Minggu (4/10/2020) pukul 09.00 WIB sebagaimana permintaan keluarga. Hasil koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Cirebon, petugas telah siap di lokasi pemakaman.

Ismail menyebutkan, dalam kasus Covid-19 khususnya, pihak rumah sakit tak bertanggungjawab dalam pemakaman jenazah. Mereka hanya punya wewenang mengantarkan jenazah ke lokasi yang disetujui keluarga. 

"Sampai di lokasi pemakaman, ternyata tidak ada petugas. Tapi kemudian, pengemudi ambulance kami mengetahui ada petugas, hanya jaraknya 50 meter dari titik pekuburan," katanya.

Belakangan diketahui, sempat timbul masalah ketika itu. Petugas yang hendak menguburkan jenazah disinyalir ketakutan setelah mengetahui jenazah yang akan dikubur rupanya positif.

Selain itu, pihak keluarga menghendaki jenazah diturunkan dari dalam ambulance dengan alasan akan disalatkan. Ketika peti jenazah diturunkan itulah, pihak keluarga membuka peti seperti yang tampak pada video yang beredar,

Dia memastikan pengemudi ambulans pun dibekali APD untuk kemungkinan membantu pekuburan bila diperlukan. Pihaknya menyesali peti jenazah yang dibuka, mengingat jenazah merupakan pasien positif.

"Take over (pengalihan penanganan jenazah dari rumah sakit kepada petugas pekuburan) tidak mulus. Kunci ambulans bahkan sempat direbut," bebernya.

Setelah keributan mereda, jenazah dibawa lagi ke dalam ambulans. Namun, pengemudi ambulance bukan dari rumah sakit, melainkan pihak keluarga.

Keributan lebih jauh berhasil ditekan ketika petugas dari kepolisian dan TNI mencoba meredakan situasi. Kunci ambulans pun diserahkan kepada pengemudi dari rumah sakit.

Menurut informasi, di rumah keluarga, jenazah yang telah dikeluarkan dari peti kemudian dimandikan dan kembali dibawa ke lokasi pemakaman menggunakan keranda.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Status Positif Covid-19, Trump Tinggalkan Rumah Sakit

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Akan meningggalkan rumah sakit. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10/2020) waktu setempat. Trump saat ini sedang dirawat di rumah sakit militer di luar Washington setelah positif Covid-19.

“Saya akan meninggalkan Pusat Medis Walter Reed hari ini pada pukul 18.30. Merasa sangat baik! Jangan takut dengan Covid. Jangan biarkan hal itu mendominasi hidup Anda. Kami telah mengembangkan, di bawah Pemerintahan Trump, beberapa obat dan pengetahuan yang sangat hebat. Saya merasa lebih baik daripada 20 tahun lalu!" katanya di Twitter.

Tim medis menyatakan pria berusia 74 tahun ini tidak mengalami demam lebih dari 72 jam dan kadar oksigennya normal. Presiden telah menerima oksigen dua kali dalam beberapa hari terakhir.

"Dia mungkin belum sepenuhnya keluar dari masalah," ujar dokter Gedung Putih, Sean. P. Conley.

Conley mengatakan, meski belum sepenuhnya aman, presiden akan dikelilingi oleh perawatan medis kelas dunia sepanjang waktu di Gedung Putih. Para dokter saat ini berada di wilayah yang belum dipetakan karena Trump telah menerima terapi tertentu di awal perjalanan penyakitnya.

Tim medis Trump mengatakan dia tidak menekan dokter yang merawatnya. Bahkan ketika dipulangkan, Trump perlu melanjutkan pengobatan karena dia masih menjalani pengobatan antivirus intravena, remdesivir, selama lima hari dan harus mengisolasi dirinya sendiri untuk jangka waktu tertentu.

Status Trump positif Covid-19 di Twitter. (Twitter/@realdonaldtrump)
Tingkat keparahan penyakit Trump telah menjadi subjek spekulasi yang intens dalam tiga hari terakhir. Beberapa ahli medis mencatat bahwa sebagai pria tua yang kelebihan berat badan, dia berada dalam kategori yang lebih mungkin untuk mengembangkan komplikasi parah atau meninggal karena penyakit tersebut.

Dokter juga telah merawatnya dengan steroid, deksametason, yang biasanya digunakan hanya pada kasus yang paling parah.

Trump sering meremehkan ancaman pandemi, yang telah menginfeksi 7,4 juta orang di AS dan menewaskan lebih dari 209 ribu jiwa. Dalam beberapa hari terakhir, dia merilis serangkaian video untuk meyakinkan publik bahwa dia pulih dari Covid-19.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Insiden Buka Peti Jenazah Penderita Covid-19 di Cirebon Diduga Ulah Provokator

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Insiden pembukaan peti jenazah penderita Covid-19 di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, diduga tak lepas dari ulah provokator.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni meyakinkan, pihak keluarga telah diberitahu pasien terkonfirmasi positif sebelum meninggal dunia.

"Pihak Puskesmas Gunungjati pun sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa jenazah positif dan penguburannya harus dilakukan dengan cara Covid-19. Jadi keluarga sudah tahu dan paham," terangnya, Senin (5/10/2020).

Bahkan, pihak puskesmas sudah menyiapkan APD untuk partisipasi masyarakat yang hendak menguburkan jenazah.

Namun, katanya, kala jenazah tiba dan pengemudi ambulans menurunkan peti, disinyalir ada provokator yang memanasi situasi.

"Diduga ada provokator yang menyebut jenazah itu bukan penderita Covid-19 dan hanya sakit jantung. Memang, penyakit penyertanya jantung, tapi setelah swab (tes usap) hasilnya positif," tuturnya.

Menurutnya, provokator itulah yang akhirnya membuka paksa peti jenazah. Dia kembali mengingatkan, keluarga sudah mengetahui kondisi pasien dan sebagian masyarakat pun siap menguburkan.

Kabar pasien terkonfirmasi positif itu bahkan sudah diberitahukan kepada Puskesmas Gunungjati maupun kuwu/kepala desa setempat.

Dia mengatakan, pihak keluarga keberatan jenazah dikuburkan malam hari, sehingga diputuskan dikuburkan keesokan pagi atau Minggu (4/10/2020).

Pihaknya pun menyayangkan pembukaan paksa peti jenazah. Namun begitu, pihaknya belum dapat memastikan tes usap bagi pihak keluarga dan masyarakat yang ada di lokasi.

Dia mengungkapkan, setelah kejadian, pegawai Puskesmas Gunungjati menerima ancaman dari orang-orang tak bertanggungjawab. Hanya, pihaknya menyarankan orang-orang di pemakaman melakukan karantina mandiri.

"Kami menyarankan isolasi mandiri bagi mereka yang hadir di pemakaman, apalagi yang membuka peti jenazah. Tapi, karena ada ancaman, nanti kita konsolidasikan lagi dengan tim," bebernya.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Kamis, 01 Oktober 2020

Berhasil Sembuh Dari Covid-19, Nunung Sudah Boleh Pulang Dari Rumah Sakit

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Komedian senior Nunung Srimulat menyatakan, dirinya telah sembuh dari Covid-19. Perempuan 57 tahun ini bahkan sudah meninggalkan rumah sakit dan berada di rumah.

Informasi ini disampaikan Nunung Srimulat saat berbincang bersama Andre Taulany dan Sule lewat video call di acara Santuy Malam. Sambil menunjukkan wajah sumringah, personel Srimulat itu menjelaskan kondisinya saat ini.

"Udah (negatif corona) alhamdulillah. Sama dokter udah diperbolehkan pulang ke rumah," kata Nunung Srimulat dalam video yang diunggah di channel YouTube Trans TV Official, Rabu (30/9/2020).

Sule dan Andre Taulany yang mendengar kabar terbaru Nunung Srimulat itu turut bahagia. Sule bahkan terus mengatakan kerinduannya pada sang sahabat.

"Mi, i miss you. Mami kangen siapa? Sule, Andre atau bintang tamu?" kata Sule.

Nunung Srimulat menjawab ia merindukan semua orang yang berada di studio. Mafhum, selama ini ia memang bekerja bersama Sule dan Andre Taulany di program Santuy Malam.

"Kangen semuanya, Andre, Sule, kangen kerja," jawab Nunung Srimulat.

Andre Taulany lantas bertanya kapan Nunung bisa kembali bekerja.

"Mi, kangen. Kapan kesini lagi?" tanya Andre Taulany.

Nunung Srimulat mengatakan ia akan kembali bekerja setelah menyelesaikan isolasi mandiri di rumah. Sebab meski telah dinyatakan negatif, protokol kesehatan itu harus dilakukannya.

"Ya doain aja, aku kan lagi isolasi mandiri. Cuma memang secara virusnya udah negatif. Si imunnya udah bagus, tapi harus isolasi mandiri dulu sebulan sebelum beraktifitas," papar Nunung Srimulat.

Andre Taulany yang mendengar akan kembali bertemu Nunung dalam waktu sebulan lagi merasa senang. Doanya untuk sahabatnya itu pun terucap.

"Mami, cepet sembuh. Semangat," kata mantan personel band Stingky ini.

Nunung Srimulat mengamini doa Andre Taulany. Ia juga berpesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan di tengah pandemi virus corona.

"Amiin. Buat kalian juga jaga kesehatan. Jangan lupa cuci tangan, pakai masker ya," ucap Nunung.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Senin, 28 September 2020

14 Anggota Tim Liga Italia Positiv Covid-19

 

Sumber Foto: google.com

Sekitar 14 anggota klub Liga Italia Serie AGenoa positif corona penyebab Covid-19. Pihak klub mengumumkan hal tersebut pada Selasa (29/9/2020) dini hari WIB.

Pihak Genoa tak memerinci kasus-kasus positif itu diidap pemain saja, staf, ataupun gabungan keduanya.

Namun, klub itu Liga Italia Serie A itu memastikan telah mengikuti prosedur yang sesuai protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 di negara tersebut.

Genoa mengawali dua pertandingan Serie A musim ini dengan catatan satu kemenangan dan satu kekalahan.

Pekan lalu mereka dicukur habis oleh tuan rumah Napoli 0-6 di San Paolo dan tim besutan Rolando Maran kini berada di urutan ke-14 klasemen sementara.

Dalam rangkaian pekan ketiga Genoa dijadwalkan menjamu Torino di Luigi Ferraris pada Sabtu (3/10/2020).

11 Pemain Timnas Positif Covid-19 

Sebelumnya, pada Agustus 2020, sedikitnya 11 pemain sepak bola tim nasional Bangladesh positif Covid-19. Hal itu dikhawatirkan akan berdampak terhadap kelanjutan babak kualifikasi grup Piala Dunia 2022.

"Sebelum dites, tak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala-gelaja Covid-19," kata Sekretaris Jenderal federasi sepak bola Bangladesh (BFF) Abu Nayeem Shohag, Jumat (7/8/2020).

Di Bangladesh, sampai dengan saat ini tercatat ada lebih dari 250 ribu kasus Covid-19 dengan angka kematian mencapai 3.000 orang.

Negara tersebut menduduki peringkat ke-187 dalam dunia sepak bola dan kini berada di urutan paling bawah Grup E Piala Dunia 2022. Bangladesh dijadwalkan menjalani laga kualifikasi Piala Dunia pada awal tahun ini. Namun karena pandemi virus Corona, jadwalnya diundur hingga Oktober atau November 2020.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Fakta or Hoaks, Dokumen WHO yang Tidak Anjurkan Pakai Masker Bocor?

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sebuah narasi bermunculan mengenai sebuah unggahan di Facebook mengklaim adanya dokumen terbitan WHO tidak menganjurkan penggunaan masker ditengah pandemi covid-19.

Foto yang diklaim sebagai dokuman WHO ini diunggah akun Facebook Dan McGraw, Selasa (4/8/2020).

Dokumen tersebut berisikan pernyataan WHO yang tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19.

Unggahan dari Dan McGraw ini telah disebarkan kembali sebanyak 16 kali dan mendapat 14 komentar.

Berikut isi narasinya:

“Does the WHO recommend wearing masks in public settings? Simple answer. No.

Thx Janice Hicks”

Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, artinya akan seperti ini:
“Apakah WHO merekomendasikan untuk memakai masker di tempat umum? Jawabannya sangat sederhana, tidak.”

Lantas benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran dari turnbackhoax.id, klaim atas dokumen yang menyatakan bahwa WHO tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19 tersebut merupakan klaim yang tidak benar.

Juru bicara WHO Margaret Harris mengungkapkan, dokumen yang kadung tersebar di media sosial tersebut adalah dokumen palsu.

Klaim tersebut muncur dari penelitian Dr Roger Chou yang dipermainkan konteksnya. Penelitian ini dilakukan pada musim influenza tahun 2007 hingga 2018 silam. Karena itu, dokumen tersebut tidak sama sekali menyinggung pandemi Covid-19.

Pada penelitian tersebut, Dr Roger Chou menemukan bahwa siswa yang memakai masker wajah dan mempraktikan kebersihan tangan bisa mengurangi tingkat penyakit yang mirip dengan influenza.

Selain itu, ada klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut, yakni adanya kalimat "Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 daripada yang mengenakan masker medis".

Klaim tersebut sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan oleh Erin Silverman pada tahun 2015 silam di Fakultas Kedokteran Universitas Florida.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi. Sekali lagi tidak ada sangkut pautnya dengan kasus covid-19.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan cek fakta di atas, klaim dokumne WHO tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19 adalah klaim yang tidak benar.

Konten yang mengklaim adanya dokumen WHO tersebut masuk dalam kategori Konten Palsu atau Fabricated Content.

Sumber: ayobandung.com

Share:

5 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah, Bandung Zona Apa?

 

Sumber Foto: google.com

Senin (28/9/2020), sebanyak 5 daerah di Jawa Barat (Jabar) masuk dalam zona merah risiko penyebaran corona alias risiko tinggi. Kelima daerah itu yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Lantas, sekarang Bandung di zona apa?

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9/2020), mengatakan, "Minggu ini ada perubahan status. Daerah zona merah adalah Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, lalu dua-duanya Kota dan Kabupaten Cirebon." ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Di minggu sebelumnya, yakni per 22 September 2020, terdapat 3 daerah di Jabar yang masuk zona merah, yaitu Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan Kota Bekasi.

Angka reproduksi kasus corona di Jabar, kata dia, masih berada di kisaran 1, yakni di angka 1,04 minggu ini. Hal tersebut diklaim masih menunjukan bahwa tingkat kecepatan penularan virus masih terkendali.

"Angka reproduksi kita masih di kisaran 1. Yaitu 1,04. Ini menandakan tingkat kecepatan penularan masih relatif terkendali," ungkapnya.

Bandung Zona Apa?

Adapun Kota Bandung, hingga Kamis (24/9/2020), masih berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran corona penyebab corona penyebab Covid-19. Namun, angka reproduksi kasus terus meningkat.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, hal tersebut menyebabkan pihaknya masih akan sangat berhati-hati melakukan relaksasi sektor ekonomi. Selain itu, skema buka-tutup jalan juga masih berlanjut.

"Kota Bandung masih di level oranye atau terkendali. Kami masih sangat berhati-hati dalam membuka sektor-sektor yang akan direlaksasi," ungkap Oded dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Kamis (24/8/2020).

"Buka-tutup jalan masih akan dilaksanakan untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan," katanya.

Pihaknya hanya akan memprioritaskan relaksasi sektor ekonomi yang memiliki risiko penyebaran corona rendah dengan dampak sosial ekonomi besar. Sejauh ini, belum ditemukan adanya klaster baru di sektor-sektor ekonomi yang direlaksasi.

Sementara itu, angka reproduksi kasus corona di Kota Bandung mengalami peningkatan dari 2 minggu lalu. Per 23 September, angka reproduksi naik menjadi 1,22 dari sebelumnya 0,81.

"Kasus masih terkendali tapi angka produksi meningkat. Per 23 September naik menjadi 1,22," ungkap Oded.

Daftar ruas jalan di Kota Bandung yang ditutup

Menurut informasi resmi dari Humas Setda Kota Bandung, buka-tutup jalan dilakukan

  1. Mulai Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika;
  2. Mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong s/d Asia Afrika - Cikapundung Barat;
  3. Mulai dari Purnawarman - Riau s/d Purnawarman – Wastukencana;
  4. Mulai dari Merdeka - Riau s/d Merdeka – Aceh;
  5. Mulai dari Merdeka - Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Waktu penutupan jalan

Waktu penutupan jalan dilakukan 3 kali sehari. Pertama, pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 14.00 WIB-16.00 WIB, kemudian pukul 21.00-06.00 WIB. Penutupan jalan di Kota Bandung dimulai sejak Jumat (18/9/2020) selama 2 pekan.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Jumat, 25 September 2020

Covid-19, Pemkab Tangerang Borong Semua Kamar Hotel Yasmin Untuk Dijadikan Ruang Karantina

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Pemerintah Kabupaten Tangerang memborong sewa seluruh kamar di Hotel Yasmin yang nantinya akan dialokasikan menjadi ruang karatina pasien Covid-19.

Langkah ini diambil guna menghindari potensi kerawanan penyebaran Covid-19, lantaran manajemen hotel bintang tiga itu masih membuka layanan bagi pengunjung yang akan menginap. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hery Heryanto mengatakan, pihaknya berencana untuk memesan seluruh kamar di Hotel Yasmin. Ia mengklaim, rencana ini juga sudah disetujui oleh pengelola hotel bintang tiga tersebut.

“Iya, kami mau penambahan tower untuk pasien Covid-19. Mungkin nanti full tidak ada lagi untuk umum,” kata Hery kepada BantenHits.com (jaringan Suara.com), Kamis (25/9/2020).

Ia menuturkan, sudah ada 130 kamar yang digunakan pasien Covid-19 saat ini. Pihak pengelola hotel, juga tak keberatan jika seluruh kamar penginapannya digunakan untuk merawat pasien yang terpapar pandemi global tersebut.

“Pemilik hotel tidak mempermasalahkan penambahan kamar. Justru beruntung karena ada pemasukan disaat situasi pandemi hotel sedang sepi,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak terkait, satu tower hotel Yasmin berisi 20 kamar untuk menampung perawatan pasien Covid-19 sampai saat ini sudah terisi penuh. 

Rencananya, satgas akan menambah kapasitas satu tower untuk perawatan pasien OTG yang tersedia di gedung untuk fasilitas umum pengunjung yang menginap di Hotel Yasmin.

Dengan adanya wacana ini, bisa dipastikan bahwa Hotel Yasmin tidak lagi menerima tamu menginap. Lantaran, kapasitas 120 kamar tambahan akan segera dibooking seluruhnya oleh Pemkab Tangerang khusus untuk merawat pasien Covid-19.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Rabu, 23 September 2020

Mobil Covid Hunter Siap Buru Para Pelanggar Protokol Covid-19

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Ide cemerlang ditengah pandemi Covid-19. Polrestabes Bandung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan sebuah mobil yang dinamakan 'Mobil Covid-19 Hunter'. Peresmian mobil tersebut dilakukan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (23/9/2020).

Nantinya, mobil tersebut akan digunakan oleh aparat gabungan untuk memantau dan menelusuri masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Mobil Covid-19 Hunter ini juga dimiliki TNI dan Satpol PP.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, nantinya mobil tersebut akan mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Ini launching saja, kegiatannya kan sudah dilakukan yang lalu-lalu. Kalau kita lihat, Covid-19 relatif terkendali salah satunya di Bandung. Makanya kita jaga supaya terkendali," ujarnya, Rabu (23/9/2020).

Rudy menuturkan, dengan adanya Mobil Covid-19 Hunter tersebut, para aparat gabungan akan berkeliling menyusuri Kota Bandung. Kemudian, aparat gabungan akan berusaha mengingatkan dan menertibkan masyarakat yang tak menaati protokol kesehatan.

"Ini mengantisipasi agar tidak ada lonjakan (kasus Covid-19). Jadi tugasnya keliling, kalau ada kerumunan kita bubarkan, tujuannya itu," tutur Rudy.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang turut hadir dalam persemian Mobil Covid-19 Hunter mengatakan, masyarakat diharapkan tetap peduli dengan kondisi pandemi Covid-19 yang nyatanya masih ada di Kota Bandung.

"Bagaimana kita semua terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 itu masih ada, meskipun di zona apapun. Sekali lagi meskipun pandemi di Bandung relatif terkendali, kita terus mengingatkan masyarakat karena ini menjadi kunci menyelesaikan pandemi Covid-19 ini," kata Yana.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Berikut 6 Fakta Belasan Hotel di Bandung yang Akan Dijadikan Ruang Isolasi Covid-19

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sejumlah belasan hotel di Kota Bandung, diusulkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat sebagai calon tempat isolasi Covid-19, baik untuk pasien maupun tenaga kesehatan.

Berikut ini 6 fakta yang penting diketahui warga terkait program hotel isolasi Covid-19 tersebut

1. Inisiatif pemerintah pusat

Program akomodasi hotel sebagai tempat isolasi Covid-19 merupakan inisiatif pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di Jakarta, nama-nama puluhan hotel yang siap dijadikan tempat isolasi juga sudah diserahkan untuk diseleksi. Di Jawa Barat, koordinasi program tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanangan Covid-19 Jawa Barat dengan menggandeng PHRI.

Bisnis wisata dan hotel, diketahui bersama, merupakan salah satu usaha yang paling terdampak pandemi akibat adanya larangan dan atau pembatasan perjalanan dan kerumunan. Selain para pelancong, hotel juga kehilangan pendapatan dari penggunaan ruangan untuk rapat dan seminar. Okupansi hotel di Badung dan Jawa Barat di bulan-bulan pertama anjlok hingga maksimal 5 persen. Mulai Juli-Agustus, angka ini membaik hingga mencapai angka 30 persen. Namun pada awal September, okupansi kembali turun.

2. PHRI Jabar mendata dan mengusulkan

Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar menyatakan bahwa tugas PHRI adalah mendata para anggotanya yang siap dan menyediakan diri menjadi tempat isolasi Covid-29. Selain peluang untuk mendapatkan alternatif pemasukan bagi bertahannya bisnis hotel, kesediaan bekerja sama ini dilihat PHRI sebagai salah satu sumbangan para penguasaha hotel dalam usaha bersama melawan pandemi.

“Tugas kami mengumpulkan nama-nama hotel lalu melengkapi setiap data yang dibutuhkan. Proses seleksi dan pelatihan sepenuhnya kewenangan Satgas (Satuan Tugas Penanganan Covid-19). Hotel-hotel inilah yang diusulkan,” tutur Herman.

3. Nama-nama hotel masih ususan

Setelah mengkoordinasikan tawaran Satgas Penanganan Covid-19 Jabar dengan para anggotanya, PHRI Jabar mengusulkan daftar belasan hotel di Bandung, Soreang, dan Lembang sebagai tempat isolasi Covid-19. Ada juga masing-masing satu hotel di Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar menyatakan, daftar usulan itu bisa terus bertambah karena banyaknya minat para pengelola hotel untuk berpartisipasi dalam program pemerintah tersebut. PHRI akan terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar.

4. Seleksi dan pelatihan oleh Satgas

Daftar hotel tempat isolasi Covid-19 yang diusulkan PHRI Jabar akan diverifikasi oleh Satgas Penaganan Covid-19 Jabar. Satgas juga yang memiliki kewenangan untuk melakukan seleksi mana saja hotel yang akhirnya diperbolehkan menjadi tempat isolasi. Terhadap hotel-hotel yang lolos seleksi, Satgas akan melakukan pelatihan penerapan protokol kesehatan.

5. Okupansi ruang isolasi di Bandung 30-40 persen

Di Kota Bandung, terdapat 505 tempat tidur di 27 rumah sakit yang secara khusus disiapkan untuk ruang isolasi perawatan pasien Covid-19. Tingkat okupansi dalam satu pekan terakhir ada di kisaran 30-40 persen.

Koordinator Bidang Perencanaan Data Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyatakan, daya tampung ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di 27 rumah sakit di Kota Bandung saat ini masih relatif mencukupi. Ia meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan ketersediaan ruang layanan yang seluruh pembiayaannya akan ditanggung oleh pemerintah.

“Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan warganya dirawat dengan baik. SAat ini kondisi ruang isolasi kita sudah memadai. Kapasitasnya juga masih mencukupi,” tutur Ahyani.

6. Kasus baru tiap hari, tapi tingkat kesembuhan tinggi

Mencermati pergerakan data pandemi di tiap-tiap usat informasi Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah-pemerintah daerah di Bandung Raya, diketahui bahwa penambahan kasus positif baru terjadi hampir tiap hari. Jumlahnya di tiap-tiap daerah, yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat, beragam.

Namun, diketahui juga jika tingkat kesembuhan di tiap-tiap daerah relatif tinggi. Di Cimahi, per Selasa (22/9/2020),  jumlah akumulatif kasus sembuh tercatat 231 kasus atau setara dengan 79,93 persen dari total jumlah kasus sebanyak 289 kasus.

Di Kota Bandung, pada Senin (21/9/2020) tercatat 32 kasus sembuh sehingga menjadikan jumlah total kasus sembuh menjadi 878 kasus. Angka ini setara dengan 78,95 persen dari total jumlah kasus sebanyak 1.112 kasus. 

Sumber: ayobandung.com

Share:

BTemplates.com

Blog Archive