Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Tampilkan postingan dengan label Berita Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Bandung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2020

Tabrak Mobil Akibat Hilang Kendali, Pengendara Motor Tewas di Pajajaran

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak mobil yang diduga pengendara tersebut hilang kendali. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, tepatnya di depan Samsat Bandung Barat, Rabu (30/9/2020) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol M. Rano Hadiyanto melalui kanit laka Iptu Deden mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan satu orang pengendara sepeda motor tewas di tempat.

"Terjadi kecelakaan kendaraan jenis sepeda motor bernomor polisi D 4226 KF, melaju dari arah timur (Pasirkaliki) menuju ke arah barat (Husein), setibanya di TKP kendaraan tersebut hilang kendali lalu oleng ke jalur kanan kemudian terjadi kecelakaan," ujarnya.

Saat kejadian, sepeda motor oleng dan menyebrang ke jalur berlawanan. Lalu dari arah berlawanan terdapat mobil yang sedang melaju, sehingga kecelakaan tak terhindari.

"Dari arah berlawanan sedang melaju kendaraan jenis mobil bernomor polisi D 1523 YBI yang dikemudikan oleh saudara PS (33), warga Taman Kopo Katapang, Kabupaten Bandung. PS melaju dari arah barat (Husein) menuju ke arah timur (Pasirkaliki)," jelasnya.

Petugas kepolisian telah mengevakuasi jenazah pengendara motor yang meninggal dunia di lokasi. Kemudian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Immanuel Kota Bandung.

"Identitas pengendara sepeda motor bernama saudara Agung (38), warga Jalan Sindang Sirna III No. 41/181, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Sudah dibawa ke Rumah Sakit Immanuel Kota Bandung," katanya.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Rabu, 09 September 2020

Diduga Akibat Percikan Api dari Lampu, Toko Bangunan di Cibeunying Kidul Dilahap Si Jago Merah

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Kebakaran terjadi di sebuah toko bangunan Jalan Terusan Cimuncang Pasirleutik Nomor 7, Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis pagi (10/9/2020).

Kepala Seksi Operasi Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DiskarPB) Kota Bandung Asep Rahmat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.00 WIB. Menurutnya, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Satu toko bangunan Sinar Karya Cimuncang terbakar," kata Asep.

Asep mengatakan, menurut kesaksian salah satu pegawai toko bangunan, terlihat percikan api berasal dari salah satu lampu.

"Menurut saksi Rafli yang juga sebagai pegawai, api terlihat di lokasi sekitar pukul  09.00 WIB. Sebelumnya terlihat percikan api dari lampu. Warga setempat sempat melakukan penanganan awal menggunakan alat seadanya," ujarnya.

Tak lama kemudian, warga langsung melaporkan peristiwa kebakaran tersebut ke Diskar PB Kota Bandung.

"Menurut pegawai, taksiran jumlah kerugian sebesar Rp 10 juta. Warga lainnya langsung menangani dengan alat seadanya dan melaporkan kepada Diskar PB Kota Bandung," kata Asep.

Asep menuturkan, setelah tiba di lokasi kebakaran, petugas melakukan pemadaman dan penyekatan di sekitar lokasi kejadian. "Petugas melakukan pemadaman secara menyeluruh di lokasi terbakar," tuturnya.

"Kemudian, kami memberikan imbauan tentang bahaya kebakaran dan bencana lainnya. Serta mengimbau kepada masyarakat untuk memiliki alat pemadam api ringan," jelasnya.

Api tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran selama 20 menit. "Sebanyak 6 unit kita kerahkan. Di antaranya adalah 3 Unit Pancar Pusat, 1 Unit Rescue dan 2 Unit Komando," ujar Asep.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Sebanyak 34 Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSKIA Bandung Membludak

Sumber Foto: republika.co.id

Sudah dua minggu berlalu, sejumlah 34 ruangan isolasi bagi pasien positif Covid-19 di lantai 11 Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung penuh terisi. Oleh karena itu, pihak manajemen sedang berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19 untuk menyampaikan kondisi tersebut.

"34 tempat tidur untuk ruang isolasi OTG (orang tanpa gejala), sekarang penuh," ujar Direktur RSKIA Bandung, Taat Tagore di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9). 

Menurutnya, ruang isolasi didominasi oleh pasien positif covid-19 dengan status OTG. "Saat ini penuh, itu khusus orang OTG artinya orang yang harus isolasi mandiri tapi di rumah ada pertimbangan khusus ada anak bayi, ada orangtua dan rumahnya kecil kesana kesini ketemu terus. Mereka memilih isolasi di ruangan kita," katanya.

Taat menjelaskan pengaturan administrasi pasien positif covid-19 yang masuk ke ruang isolasi di RSKIA merupakan kewenangan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi untuk memastikan langkah selanjutnya.

"Kira-kira seminggu ke belakang (tren kenaikan di ruang isolasi), ini minggu kedua," ucapnya.

Ia mengaku akan melaksanakan rapat dengan Dinas Kesehatan untuk membahas tentang kondisi ruangan isolasi yang penuh terisi dan adanya permintaan ruangan dari pasien baru. "Saya mau rapat hari ini karena permintaan banyak dan hari ini mau rapat dengan manajamen RSKIA dan itu administrasi di dinas, saya hanya berkoordinasi bisa tempatnya ditambah atau tidak, hari ini mau rapat," katanya.

Taat mengungkapkan, tren permintaan ruangan isolasi untuk pasien covid-19 dari masyarakat meningkat. Namun, kewenangan untuk menambah ruang isolasi atau tidak berada di Gugus Tugas Kota Covid-19.

"Harusnya dinas atau tim gugus tugas, dinkes yang berhak menjawab, saya hanya punya tempat perbantukan menangani pasien itu," ujarnya. 

Taat mengungkapkan, fasilitas ruangan isolasi bagi pasien positif covid-19 gratis yang disediakan Pemkot Bandung.

"Itu gratis disediakan Pemkot untuk menampung sebenarnya awalnya tenaga kesehatan yang positif, (sekarang) OTG karena kalau dia kembali ke keluarga ada penolakan dan rumah tidak memadai sehingga kita fasilitasi untuk isolasi itu. Kalau sekarang (pasien) gak (ASN) tapi lainnya," katanya.

Berdasarkan data pusat covid-19 Kota Bandung hingga Selasa (8/9), jumlah positif aktif mencapai 101 kasus, 709 kasus sembuh dan 51 orang meninggal dunia.

Share:

BTemplates.com

Blog Archive