Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2020

Disahkan, Berikut Nomor Urut Paslon Pilkada Kabupaten Bandung

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Selesai dilaksanakan di Hotel Sutan Raja pada Kamis (24/9/2020), pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung.

Dalam rapat pleno terbuka yang digelar oleh KPU Kabupaten Bandung, ditetapkan pasangan Kurnia Agustina-Usman Sayogi sebagai nomor urut 1. Pasangan Yena Iskandar Maseom-Atep Rizal nomor urut 2, dan pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan nomor urut 3.

Pasangan nomor urut 1, Kurnia Agustina-Usman Sayogi, diusung oleh dua parpol yaitu Partai Golongan Karya 11 kursi dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tujuh kursi dengan jumlah total sebanyak 18 kursi. 

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Yena Iskandar Maseom-Atep Rizal, didukung oleh dua parpol. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dengan tujuh kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) empat kursi, sehingga jumlah total sebanyak 11 kursi. 

Pasangan terakhir atau nomor urut 3, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, diusung oleh empat partai politik yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) enam kursi, Partai NasDem (Nasional Demokrat) lima kursi, Partai Demokrat (PD) lima kursi, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 10 kursi, dengan jumlah total sebanyak 26 kursi. 

Usai penetapan nomor urut, KPU Kabupaten Bandung dan ketiga paslon mengikuti ikrar bersama dan penandatangan pakta integritas untuk melaksanakan pilkada secara damai dan menjaga protokol kesehaatan.

Pengundian nomor urut calon ini dengan protokol kesehatan ketat.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengatakan pihaknya mengerahkan 120 personel di sekitar tempat pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung yang terbagi dalam tiga ring pengamanan.

"Ring 1 berada di lokasi pengundian nomor urut. Ring dua berada di akses masuk ruangan, ring tiga di luarnya,"ujarnya.

Pihak yang diperbolehkan mengakses semua zona, hanya mereka yang memiliki id khusus dari KPU Kabupaten Bandung. Selebihnya tidak akan diperbolehkan masuk.

"Penyortiran mulai dilakukan dari ring 3, yang tidak membawa id card, tidak akan bisa masuk," tegasnya.

Sementara pendukung pasangan calon akan ditempatkan di luar ring tiga.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Selasa, 22 September 2020

Mekanisme Pilkada Bandung Akan Berbeda Akibat Pandemi Covid-19

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Dalam rangka Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan dengan mengundang para stakeholders dan partai politik di Kabupaten Bandung.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya, menjelaskan pentingnya sosialisasi ini.

"Kegiatan sosialisasi ini sangat penting dilaksanakan agar menjadi komitmen bersama bahwa pemilihan serentak lanjutan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 dengan memerhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan," ungkap Agus Baroya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 yang mana dalam pemilihan kali ini seluruh tahapan dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Anggota Satuan Tugas Covid-19, Riantini, menyampaikan informasi mengenai pentingnya Protokol Kesehatan Pilkada dan hal-hal yang harus diperhatikan.

"Pilkada saat ini agak berbeda dengan pemilihan-pemilhan sebelumnya baik suasananya maupun mekanisme, karena setiap pelaksanaan tahapannya wajib mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pilkada kali ini mempunyai keistimewaan karena ada hal baru yang akan diterapkan dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang. Hal tersebut yakni KPPS sehat dari Covid-19, pemilih per-TPS maksimal 500 pemilih, pengaturan kedatangan, mencuci tangan, pengecekan suhu, wajib menggunakan masker dan sarung tangan, tidak berjabat tangan, dilarang berdekatan, serta menggunakan tinta tetes tentunya untuk menunjang suksesnya Pilkada 2020 tanpa mengabaikan protokol penanganan pencegahan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu Kordinator Hukum, Data, dan Informasi Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bandung, Ari Haryanto menguatarakan terkait pengawasan pilkada di tengah Covid-19. 

"Ada beberapa tahapan krusial yang rawan kerumunan. Di antaranya verifikasi faktual dukungan perseorangan, pendataan dan pemutakhiran data pemilih, tahap kampanye, dan tahap pemungutan suara dan penghitungan suara. Bawaslu berharap di Kabupaten Bandung tidak muncul klaster baru dari efek penyelenggaran Pilkada ini," tegasnya. 

Sumber: ayobandung.com

Share:

BTemplates.com

Blog Archive