Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Tampilkan postingan dengan label masker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masker. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2020

Bagaimana Cara yang Sopan Untuk Menegur Pelanggar yang Tak Pakai Masker?

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak demi menekan penularan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, menjadi hal yang penting untuk semua orang. Namun pada realitanya masih ada saja orang yang bandel dan enggan memakai masker.

Lalu bagaimana cara meminta seseorang memakai masker dengan sopan? Para ahli menyarankan agar Anda mengajukan permintaan secara diam-diam karena mempermalukan orang tersebut dapat membuat mereka bersikap defensif.

Seorang Ahli Prilaku dari Universitas Auburn, Alabama, Amerika Serikat (AS) mengatakan mengutip peraturan protokol atau rekomendasi dari pejabat kesehatan dapat menjadi cara yang sopan dalam beberapa kasus.

“Seseorang merasa tidak terlalu tersinggung dan bisa menerima ketika Anda berkata, 'Ini yang dikatakan para ahli," kata Kavookjian seperti dikutip dari Assocoated Press, Selasa (6/10).

Pakar kesehatan masyarakat mengatakan, masker adalah kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi meminta orang asing untuk mengenakan masker bisa menyebabkan situasi yang tidak stabil, karena mereka mungkin tidak mudah dibujuk.

Daripada harus berdebat, para ahli merekomendasikan untuk menghindari orang-orang yang tidak mengenakan masker. Apalagi jika mereka tidak mengenakan masker di muka umum.

Sementara jika Anda berada di toko atau restoran, cara terbaik adalah dengan meminta manajer atau seseorang yang bertanggung jawab untuk menegur mereka yang tidak mengenakan masker.

Atau bisa juga mengatakan langsung dengan menggunakan kalimat yang sopan, seperti berikut: "Demi keselamatan Anda dan saya, saya akan merasa jauh lebih nyaman jika kita berdua memakai masker”.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Senin, 28 September 2020

Fakta or Hoaks, Dokumen WHO yang Tidak Anjurkan Pakai Masker Bocor?

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sebuah narasi bermunculan mengenai sebuah unggahan di Facebook mengklaim adanya dokumen terbitan WHO tidak menganjurkan penggunaan masker ditengah pandemi covid-19.

Foto yang diklaim sebagai dokuman WHO ini diunggah akun Facebook Dan McGraw, Selasa (4/8/2020).

Dokumen tersebut berisikan pernyataan WHO yang tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19.

Unggahan dari Dan McGraw ini telah disebarkan kembali sebanyak 16 kali dan mendapat 14 komentar.

Berikut isi narasinya:

“Does the WHO recommend wearing masks in public settings? Simple answer. No.

Thx Janice Hicks”

Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, artinya akan seperti ini:
“Apakah WHO merekomendasikan untuk memakai masker di tempat umum? Jawabannya sangat sederhana, tidak.”

Lantas benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran dari turnbackhoax.id, klaim atas dokumen yang menyatakan bahwa WHO tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19 tersebut merupakan klaim yang tidak benar.

Juru bicara WHO Margaret Harris mengungkapkan, dokumen yang kadung tersebar di media sosial tersebut adalah dokumen palsu.

Klaim tersebut muncur dari penelitian Dr Roger Chou yang dipermainkan konteksnya. Penelitian ini dilakukan pada musim influenza tahun 2007 hingga 2018 silam. Karena itu, dokumen tersebut tidak sama sekali menyinggung pandemi Covid-19.

Pada penelitian tersebut, Dr Roger Chou menemukan bahwa siswa yang memakai masker wajah dan mempraktikan kebersihan tangan bisa mengurangi tingkat penyakit yang mirip dengan influenza.

Selain itu, ada klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut, yakni adanya kalimat "Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 daripada yang mengenakan masker medis".

Klaim tersebut sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan oleh Erin Silverman pada tahun 2015 silam di Fakultas Kedokteran Universitas Florida.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi. Sekali lagi tidak ada sangkut pautnya dengan kasus covid-19.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan cek fakta di atas, klaim dokumne WHO tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19 adalah klaim yang tidak benar.

Konten yang mengklaim adanya dokumen WHO tersebut masuk dalam kategori Konten Palsu atau Fabricated Content.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Selasa, 22 September 2020

70% Masker Asal China, KN95 Tidak Penuhi Syarat Standar Filtrasi

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Masker KN95 sepertinya dirancang untuk menyaring 95 persen partikel aerosol. Namun, organisasi keselamatan pasien nonprofit ECRI mengeluarkan peringatan bahaya tinggi terhadap masker ini.

Sebuah analisis menemukan, 70 persen masker KN95 yang diimpor dari China tidak memenuhi standar filtrasi.

Kekurangan masker N95 memaksa rumah sakit mencari alternatif untuk melindungi petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19. Rumah sakit PUN ikut antre menunggu masker KN95. Rumah sakit AS membeli ratusan ribu masker KN95 yang diproduksi di China selama enam bulan terakhir.

“Kami menemukan banyak masker KN95 China yang tidak efektif melawan penyebaran Covid-19. Penggunaan masker yang tidak memenuhi standar AS, dapat menempatkan risiko infeksi pasien dan tenaga medis di garis depan,” ujar presiden dan Kepala Kantor Eksekutif ECRI, Dr Marcus Schabacker.
ECRI menguji hampir 200 masker dari 15 model pabrikan berbeda yang dibeli oleh beberapa rumah sakit terbesar di negara tersebut. Schabacker mengatakan, ada unsur tidak konsisten di antara masker yang dibuat oleh pabrikan yang sama.

"Kami prihatin dengan keselamatan pekerja tenaga medis dan pasien saat menggunakan KN95 dalam kondisi lingkup berisiko tinggi dan itulah mengapa kami menginformasikan peringatan bahaya," kata dia.

Selain masalah filtrasi, pakar kesehatan masyarakat mengkritik masker KN95, karena masker ini tidak bisa menutup rapat wajah. Masker N95 dilengkapi tali ke kepala dan leher (headloop), sementara KN95 hanya dicantelkan ke telinga (earloop).

"Penting untuk disadari, penutup yang sangat rapat di wajah kita dan dapat memberikan perlindungan adalah masker N95. Ini karena sifat penyaringan berkualitas tinggi dari masker itu sendiri,” kata seorang dokter di Lenox Hill Hospital New York, Robert Glatter, dikutip dari USA Today, Selasa (23/9).

Schabacker mengatakan, analisis ECRI mencoba melepas tali ke telinga inferior KN95 dan membuat tali yang lebih rapat lagi saat menguji model masker KN95. Hasilnya menunjukkan, meskipun masker KN95 diganti tali ke kepala dan leher, masker tersebut tidak akan melindungi tenaga medis sebaik masker N95.

Dia mengklarifikasi bahwa ini hanya berlaku untuk masker KN95 yang diproduksi di China. Karena ada beberapa masker KN95 yang diimpor dari Korea Selatan. Schabacker mengatakan, penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan pengujian masker KN95. Dia menyarankan untuk terus menggunakan masker N95.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Kamis, 17 September 2020

Penggunaan Masker Scuba Dilarang, Masker Apa Efektif Cegah Corona?

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Masker scuba dan buff kini tidak disarankan dipakai. Kedua bahan tersebut berbahan tipis dan tidak bisa menyaring partikel virus. Lalu, Masker apa yang efektif mencegah virus corona?

"Masker scuba atau buff hanya satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Wiku meminta masyarakat menggunakan masker yang baik dan berkualitas untuk melindungi area hidung, mulut, dan dagu dari penularan virus corona. "Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga," katanya.

Sementara itu, sebuah penelitian dari University of Chicago dan Argonne National Laboratory menggungkapkan, kombinasi jenis kain tertentu dapat membantu menghambat penyebaran virus corona.

Dikutip dari Medical News Today, dalam studi tersebut mereka bereksperimen menggunakan serangkaian jenis kain seperti katun, sifon, flannel, sutra, spandex, satin, dan polyester, baik dikombinasikan maupun tidak.

Mereka mengetes deretan kain tersebut untuk melihat apakah bisa menyaring partikel aerosol atau tidak. Para peneliti percaya bahwa Covid-19 tidak hanya menyebar melalui droplet namun juga ketika partikel tersebut terhirup seseorang yang bernapas.

Mereka menemukan bahwa selembar kain katun ditambah dua lembar sifon yang terbuat dari polyester dan spandex terbukti menjadi kombinasi paling efektif, karena dapat menyaring 80-99 persen partikel, bergantung pada ukurannya.

Para peneliti bahkan menyebut bahwa performa kombinasi ini sebanding dengan masker N95, yang digunakan para tenaga medis.

Kombinasi lainnya yang juga bekerja dengan baik adalah kain katun ditambah sutra atau flannel, serta katun dan katun-polyester.

Kombinasi ini menggabungkan antara kain serat padat seperti katun dengan kain yang bisa menahan muatan statis seperti sutra, terbukti efektif karena mereka memberikan pertahanan ganda, yakni secara mekanis dan elektrostatis.

Agar bisa berfungsi efektif, masker-masker kain ini harus pas di wajah. Mereka mengatakan bahwa jika kesesuaian masker di wajah dapat berdampak pada efektifitas masker.

"Penemuan kami mengindikasikan jika adanya lubang di sekitar area masker dapat menurunkan efesiensi sekitar 50 persen atau lebih, menyoroti pentingnya kesesuaian," tulis para peneliti, Abhiteja Konda dan rekan-rekan.

Untuk studi selanjutnya, para peneliti mencatat juga harus memperhatikan faktor relevan lainnya seperti dampak kelembaban pada kinerja masker dan apakah memakai ulang dan mencuci masker dapat menurunkan efektifitasnya.

Sementara itu, penelitian dari Duke University menyebutkan bahwa masker N95 menjadi masker paling efektif memblokir sebagian besar droplet. Urutan kedua ditempati masker bedah, dan ketiga adalah masker dari bahan polipropilen.

Sumber: ayobandung.com

Share:

BTemplates.com

Blog Archive