Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Senin, 05 Oktober 2020

Seru dan Edukatif, Yuk Belajar Membatik di Kampung Batik Cigadung

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Ingin mendapatkan pengalaman berbeda, para pelancong di Bandung mungkin bisa memilih lokasi wisata ini. Namanya Kampung Batik Cigadung, yang berlokasi di Jalan Cigadung Raya Timur 1 No 5.

Eduwisata di kampung wisata ini diinisiasi oleh Batik Komar. Pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya, kepada Ayobandung.com mengatakan, Kampung Batik Cigadung diresmikan oleh Ridwan Kamil semasa menjabat sebagai Wali Kota Bandung pada 2016.

Sebelumnya, Kampung Batik ini bernama Wisata Edukasi Batik yang tak hanya menyuguhkan wisata edukasi membatik, tetapi juga memberikan keterampilan membatik kepada masyarakat sekitarnya.

Warga Cigadung sebanyak 10 RW, seluruhnya mendapat pelatihan membatik sekaligus alat-alatnya sehingga mereka bisa membuka usaha secara mandiri.

"Hanya, secara kultur bukan perajin batik, ada yang jalan, ada yang tidak," ujar Komar.

Bersama para warga, Komar mengembangkan ragam hias motif batik dari berbagai macam aneka bunga yang ada di Kota Bandung, seperti bunga Patrakomala. Selain itu, sejumlah motif yang identik dengan Sunda juga diciptakan, misalnya bumerang, cangkurileung, angklung, dan kujang.  

Ada 5 paket workshop yang tersedia di Kampung Wisata Batik, yaitu paket tour process, paket membatik 1 warna, paket membatik 4 warna, paket semi profesional, dan paket profesional.

 

Tak runtuh dihantam pandemi

Sejak April 2020, Kampung Batik Cigadung dan Batik Komar dalam keadaan 'hampir kolaps'. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat kawasan eduwisata ini tercekik karena terpaksa harus ditutup.

Menurut Komar, baru bulan Juli aktivitas kembali menuju normal hingga 70%. "Tiba tiba Agustus karena euforianya orang 3 bulan sudah lepas dan hepi-hepi, (kami) jatuh lagi," tuturnya.

Keadaan seperti itu berlanjut hingga saat ini. Terlebih Jakarta telah kembali memperpanjang PSBB hingga Oktober. Komar mengakui, Jakarta menjadi barometer penjualan batik.

"Jakarta PSBB. Semua di daerah terkena dampaknya," kata Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia ini.

Untuk membantu para perajin batik yang terkena imbas ekonomi, Komar bersama Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia secara rutin menggelar webinar berbayar. Peserta akan dikenai dana untuk donasi sebesar Rp75.000. 

"Uangnya diberi ke perajin di daerah-daerah yang terkena dampak pandemi. Walaupun nilainya gak besar, tapi ini salah satu upaya untuk survive," ujar Komar.

Karena webinar tersebut disambut antusiasme yang besar,  Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia kemudian meminta para perajin batik untuk membuat katalog. Katalog itu kemudian disebar ke grup webinar sebagai ajang promosi.

Sumber Foto: ayobandung.com

Pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya, memperlihatkan salah satu motif batik dalam Pameran Batik Virtual Vol.2 Shibotik di Ruang Pameran Batik Komar, Jalan Cigadung Raya Timur, Kota Bandung, Rabu (13/5/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Sementara untuk Kampung Wisata Cigadung, Komar mengatakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung sudah membentuk Cigadung Creative Belt untuk masa pemulihan ekonomi wisata.

Melalui Cigadung Creative Belt, di masa yang akan datang wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Bandung akan diminta untuk mengunjungi Kampung Batik Cigadung dengan bus bandros.

Di kampung batik itu mereka akan diarahkan oleh pemandu ke lokasi yang sesuai dengan minat mereka, seperti membatik atau membuat kaos.

Pengunjung yang hendak berwisata di Kampung Batik Cigadung diharapkan tetap dapat menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Jangan Tiru! Demi Konten, Warga Banjaran Buka Pintu Belakang Mobil di Jalan Tol

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Aksi nekat dilakukan pengendara mobil. Alhasil perlakuan tersebut diganjar petugas kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar berupa sanksi penilangan.

Dalam kasus ini, mobil tersebut dengan sengaja dibuka pintu belakangnya saat melintas di jalan tol dan sempat viral di media sosial, Minggu (4/10/2020).

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Edy Djunaedi melalui Kasat PJR Kompol SY Zainal Abidin mengatakan, setelah mendapatkan laporan dan viralnya kejadian tersebut di media sosial, pihaknya langsung bergerak cepat menyelidiki kejadian tersebut.

Kemudian, petugas kepolisian berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga dan unsur terkait untuk mencari pengemudi kendaraan tersebut.

"Kita bersama pihak Jasamarga dan unsur terkait mencari identitas kendaraan lewat CCTV. Yang akhirnya, kita menemukan alamat kendaraan berikut pengemudinya," ujar Zainal, Senin (5/10/2020).

Zainal menjelaskan, mobil Honda Mobilio bernomor polisi D 1283 YTX tersebut dikendarai oleh seorang pria berinisal FD warga Banjaran, Kabupaten Bandung.

"Kejadian berawal sekitar pukul 06.30 WIB, rombongan club mobil masuk dari Tol Soroja menuju Tol Pasteur untuk suatu kegiatan kopi morning di Graha Siliwangi," jelasnnya.

Ketika di perjalanan, tepatnya di Tol Soroja, panitia membuat dokumentasi dan merekam selama rombongan berada di jalan tol. Saat membuat dokumentasi, panitia membuka pintu belakang mobil dengan alasan agar bisa merekam kegiatannya.

Zainan menuturkan, kejadian tersebut menjadi viral di media sosial karena sangat membayakan rombongan maupun pengguna jalan lainnya.

"Dari pengakuan sang pengemudi, aksi yang dilakukannya itu pembuatan film dokumentasi atau film pendek Rombongan Club mobil, di dalam Tol Soroja keluar Tol Pasteur," jelasnya.

"Akan tetapi apapun alasanya itu tetap salah, dan ia telah melanggar undang undang republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang pintu tidak ditutup, tidak menutup pintu kendaraan selama kendaraan, Pasal 300 huruf (C) jo pasal 124 (1) huruf (E) dengan ketentuan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 ribu. Kami pun telah memberikan sanksi tilang terhadap sang pengendara," Kata Zainal.

Ia juga menghimbau kepada para pengendara roda empat atau lebih, ketika melintas di jalan tol agar mematuhi peraturan yang sudah ada dan telah ditetapkan.

Hal tersebut guna mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain. "Sebaiknya kita mentaati peraturan lalu lintas yang sudah ada, baik saat berkendara di jalan tol ataupun di jalan non tol, guna keselamatan kita semua saat berkendara," ucapnya.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Sabtu, 03 Oktober 2020

Sejak September, Ribuan Warga di Kuningan Kekurangan Air Bersih

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sekitar ribuan warga di sejumlah desa Kabupaten Kuningan kekurangan air bersih sebagai dampak musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu menyebut, kondisi itu terjadi pada sedikitnya 3 desa di 2 kecamatan.

"Ada 3 desa, yaitu Desa Sukasari dan Cihanjaro di Kecamatan Karangkancana serta Desa Cileuya di Kecamatan Cimahi," tuturnya.

Tercatat 762 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 2.393 jiwa yang tinggal di 3 desa dan terdampak kekurangan air bersih.

Dari jumlah itu, 570 KK atau 1.740 jiwa tersebar di Desa Sukasari dan Cihanjaro. Sementara 361 KK atau 1.236 jiwa tinggal di Desa Cileuya.

"Sudah sejak September 2020 (kekurangan air bersih)," kata dia.

Untuk ini, pihaknya rutin mendistribusikan bantuan air bersih. Sejauh ini, 20.000 liter air bersih telah disalurkan bagi warga Desa Cihanjaro serta masing-masing 15.000 liter bagi warga Desa Sukasari dan Cileuya.

Ke-3 desa itu sendiri kerap menjadi langganan kekurangan air bersih setiap kemarau tiba. Pada 2019, ke-3 desa mengalami kondisi serupa bersama warga di 16 desa lain di Kabupaten Kuningan.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim penghujan di Indonesia akan masuk pada akhir Oktober 2020 dimulai dari wilayah Indonesia Barat.

Sementara untuk puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi di bulan Januari dan Februari 2021.

"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5%)”, ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam keterangannya.

Menurut datanya, peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatra pada Oktober 2020, lalu wilayah Kalimantan, kemudian sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada November 2020 dan akhirnya Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

"Musim hujan pada bulan Oktober 2020, diprediksi terjadi di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Pada bulan November 2020 diprediksi menyentuh sebagian Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sementara sebangian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua akan masuk awal musim hujan di bulan Desember 2020," imbuhnya.

Dwikorita menambahkan, perlunya upaya mitigasi oleh para pemangku kepentingan dan Pemerintah Daerah yang wilayahnya diprakirakan akan mengalami musim hujan lebih maju atau lebih basah.

"Mitigasi tersebut dengan melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara lain dengan upaya memenuhi dan menyimpan air lebih lama ke danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, serta penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih," katanya.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Akibat Banjir dan Longsor Cianjur, Membuat Listrik Padam dan Upaya PLN Terhalang

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Ada empat kecamatan di Kabupaten Cianjur wilayah Selatan, yakni Kecamatan Leles, Cijati, Agrabinta, dan Sindangbarang, diterjang banjir bandang Sungai Cisolan dan Cibuni serta longsor, Sabtu (3/10/2020) dini hari. Banjir dan longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebih kurang 5 jam.

Plt Camat Leles Acep Junadi membenarkan adanya banjir bandang dan longsor di wilayahnya. Tiga desa dilanda banjir dari Sungai Cisokan yang meluap, yakni Desa Pusakasari, Karyamukti, dan Sindangsari.

Sementara itu, longsor menimpa kawasan 5 desa, yakni Desa Nagasari, Sukajaya, Sukamulya, Sukasirna, dan Mandalawangi.

Wilayah yang terdampak paling besar yaitu Kampung Cibolang, Desa Pusakasari, Kecamatan Leles.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan, sampai pukul 08.12 WIB, pihak PLN Jabar sudah menyiapkan 12 tim. Tim terdiri atas 57 orang dengan 12 kendaraan operasional.

Iwan mengatakan, penanganan kelistrikan di Kampung Cibolang, Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, dihadapkan sejumlah masalah, yakni akses masih terhalang tanag longsor. Hujan pun masih mengguyur lokasi.

“Dari 124 gardu yang terdampak baru 34 yang berhasil dioperasikan kembali,” kata dia, seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Sabtu (3/10/2020).

“Ada 90 gardu yang masih belum dioperasikan kembali, tapi tim kami sudah siap siaga melakukan recovery ketika medan menuju lokasi sudah bisa dilewati,” kata Agung Nugraha.

Adapun wilayah yang saat ini gardunya belum dioperasikan, yakni:

  1. Kecamatan Leles: Sukasirna, Sukamulya, Purabaya, Sukajaya, Padangsari, Pusakasari, Karyamukti, Nagasari, Sinangsari
  2. Kecamatan Agrabinta: Neglasari, Bunisari, Mulyasari, Tanjungsari, Wanasari
  3. Kecamatan Sindangbarang: Jatisari, Kertasari.

Selanjutnya Untuk informasi layanan kelistrikan selama banjir ini, warga dapat menghubungi Contact Center PLN 123 dengan cara menekan kode area dilanjutkan dengan 123.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Satu Orang Meninggal Dalam Becana yang Terjadi di 4 Kecamatan di Cianjur Dilanda Banjir-Longsor

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Sabtu (3/10/2020) dini hari, empat kecamatan di Kabupaten Cianjur wilayah Selatan diterjang banjir bandang Sungai Cisolan dan Cibuni serta longsor, satu orang dikabarkan meninggal. Banjir dan longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebih kurang 5 jam.

Keempat kecamatan di Cianjur yang diterjang banjir dan longsor tersebut yakni Kecamatan Leles, Cijati, Agrabinta, dan Sindangbarang. Warga yang meninggal dikabarkan dari Kecamatan Leles karena tertimba longsor.

Plt Camat Leles Acep Junadi membenarkan adanya banjir bandang dan longsor di wilayahnya. Tiga desa dilanda banjir dari Sungai Cisokan yang meluap, yakni Desa Pusakasari, Karyamukti, dan Sindangsari.

Sementara itu, longsor menimpa kawasan 5 desa, yakni Desa Nagasari, Sukajaya, Sukamulya, Sukasirna, dan Mandalawangi.

“Betul ada 3 desa dilanda sungai Cisokan meluap dan lima desa alami longsor, kita lagi menuju lokasi longsor,” ujar Acep kepada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (3/10/2020).

Acep pun membenarkan adanya korban meninggal di Desa Sindangsari akibat terbawa arus sungai Cisokan yang meluap.

“Yang saya terima informasinya begitu, tapi kita akan menuju lokasi sungai meluap, datanya akan ada,” katanya.

Kapolsek Agrabinta AKP Ipid Saputra Sip mengatakan perkembangan bencana alam banjir dan longsor. Terkini, situasi air sudah surut dan akses jalan yang terendam sudah bisa dilalui kendaraan. Hujan sudah reda, namun listrik belum menyala.

"Penanganan tanah longsor yang menutupi badan jalan masih menunggu alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Cianjur," kata Ipid.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Bandung Hari Ini: 8 Tahun 'Berperang' Melawan Kantong Plastik

 

Sumber Foto: ayobandung.com

3 Oktober 2012, atau tepatnya 8 tahun lalu, Pemerintah Kota Bandung mengundangkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Dengan peraturan itu, Bandung menjadi salah satu kota pertama di Indonesia yang melangsungkan ‘perang’ melawan kantong plastik.

Plastik merupakan salah satu pencemar lingkungan yang paling merusak. Material ini baru bisa terurai setelah puluhan atau bahkan ratusan tahun. Di perkotaan, penggunaan kantong plastik sekali pakai yang berlebihan sering berujung pada penumpukan sampah di selokan, gorong-gorong, dan sungai.

Dalam Perda yang ditandatangani oleh Wali Kota Dada Rosada tersebut, tercantum tiga langkah strategis pengurangan penggunaan kantong plastik tidak ramah lingkungan, yakni inventarisasi penggunaan kantong plastik, penetapan kawasan pengurangan penggunaan kantong plastik, serta penyusunan Rencana Aksi Daerah tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Butuh 7 Tahun

Meski sudah memiliki Perda yang berkekuatan hukum sejak 2012, perwujudan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Bandung jauh dari mulus. Program-program yang digulirkan masih timbul-tenggelam. Kewajiban bagi pemerintah untuk menysun Rencana Aksi Daerah pun tak kunjung ditunaikan.

Pemerintah Kota Bandung baru bisa menerbitkan aturan turunan Perda itu 7 tahun kemudian lewat Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 037 Tahun 2019. Jaraknya demikian lama. Dari Dada Rosada, jabatan wali kota sudah beralih ke Ridwan Kamil lalu sekarang Oded M. Danial.

Dalam acara peluncuran Perwal tersebut, Wali Kota Oded M. Danial mengajak semua pihak lebih serius memperhatikan bahaya sampah plastik. Termasuk di dalamnya kantong belanja plastik sekali pakai.

“Kalau kemarin-kemarin masih berupa imbauan-imbauan, sekarang (kita) tancap  gas,” tutur.

Program-program parsial 

Dalam rentang waktu antara penerbitan Perda dengan peluncuran Perwal yang memuat petunjuk pelaksanaan itu, Pemkot sempat menggulirkan beberapa program yang sifatnya parsial terkait pengurangan penggunaan kantong plastik. Pada 2016 lalu, misalnya, Bandung bersama 22 kota lain menggelar uji coba nasional penerapan kantong plastik berbayar di gerai-gerai toko modern di bawah pengelolaan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Ketika itu harga kantong plastik ditetapkan sekitar Rp 200 per lembar. Tercatat, selama beberapa bulan uji coba pengurangan penggunaan kantong plastik mencapai 42 persen. Namun, program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat tersebut lantas tidak terdengar lagi kelanjutannya.

Pemkot Bandung juga berulang kali mengeluarkan imbauan, biasanya berupa surat edaran, agar warga menghindari penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging hewan kurban di setiap perayaan Idul Adha. Sebagai gantinya, warga disarankan menggunakan wadah ramah lingkungan yang terbuat dari daun atau bambu.

Pemkot Bandung juga tercatat pernah mengeluarkan imbuan pelarangan penggunaan styrofoam. Hanya berupa imbauan, program ini melempem di lapangan.

Rp 200 per Lembar  

Setelah peluncuran Perwal, terjadi beberapa perubahan pola penggunaan kantong plastik di Kota Bandung. Poster dan imbauan Pemkot ditaruh di banyak lokasi strategis. Beberapa kali dilakukan kegiatan sosialisasi sekaligus pembagian kantong belanja kain yang lebih ramah lingkungan.

Sebagian besar ritel di Kota Bandung saat ini sudah menerapkan kebijakan kantong plastik tidak gratis bagi konsumen mereka. Rata-rata harga dipatok Rp 200-300 per lembar.

Namun program yang sama belum diterapkan di beberapa lokasi komersial lain, seperti pasar tradisional. Warga masih bisa secara leluasa memperoleh kantong plastik sekali pakai secara gratis.

Harga kantong plastik di ritel yang ditetapkan Rp 200 per lembar itu pun dinilai banyak pihak masih terlalu murah. Akibatnya, langkah ini tidak terlalu efektif mengurangi penggunaan kantong plastik. Orang tidak terlalu keberatan mengeluarkan Rp 200 dari kantong mereka.

Sebelum peluncuran Perwal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung sebenarnya sudah menggelar survei tanggapan warga tentang harga kantong plastik. Dalam survei itu, sebagian besar responden menilai harga kantong plastik saat ini msih terlalu murah. Mereka merekomendasikan kisaran harga Rp 3.000-5.000 per lembar.

160 Ton per Hari

Produksi sampah warga Kota Bandung sekarang tercatat rata-rata 1.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, diperkirakan tidak kurang dari 160 ton di antaranya, atau sekitar 10 persennya, merupakan sampah plastik. Termasuk di dalamnya kantong plastik sekali pakai. Sebagian besar sampah diangkut dan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Untuk menangani masalah serius terkait pengelolaan sampah ini, Pemkot Bandung menggulirkan program Kang Pisman (Kurangi-Pisahkan-Manfaatkan) yang memprioritaskan pemilihan sejak dari sumber sampah. Pemrioritasan perspektif nol sampah (zero waste) ini mestinya bisa secara signifikan memperkuat keingingan pemerintah dan warga Kota Bandung dalam ‘perang’ melawan kantong plastik.

Sumber: ayobandung.com

Share:

Jumat, 02 Oktober 2020

Tips Dari Para Petugas Medis Untuk Para Pasien Covid-19, Semangat dan Positive Thinking!

 

Sumber Foto: ayobandung.com

Para tenaga medis yang berjuang menghadapi pandemi Covid-19 di garis terdepan memberikan tips yang bermanfaat bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan. 

Tipsnya adalah tetap bersemangat dan dan menanamkan pikiran positif. 

Hal itu disampaikan dalam perbincangan yang dipandu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/10/2020). 

Salah satunya adalah dr Debryna yang menjadi relawan tim dokter pertama di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran berbagi cerita. Ia mengaku melihat secara langsung bahwa pasien dengan pikiran positif lebih cepat sembuh. 

"Imunitas yang baik itu akan tercipta dari suasana hati. Baru kali ini benar-benar melihat, kalau pasien yang pikirannya bisa positif, pasien yang bisa dibawa enjoy, itu beneran cepat banget sembuhnya. Bahkan gejalanya saja bisa hilang dengan cepat," cerita Debryna. 

Debryna mengaku, jika dalam menjadi relawan Covid-19, mulanya orang tua tidak setuju. Namun ia terus memberikan pemahaman bahwa yang ia lakukan untuk kemanusiaan dan memastikan keselamatan generasi penerus bangsa. 

Bahkan ia tak terlalu mengharapkan balasan, meskipun pemerintah telah memberikan instentif atau tunjangan bagi para relawan. "Basis kami kerelawanan, itu tujuan utama kami. Dengan adanya insentif dan lain-lain, itu plus dan terimakasih sekali," ujarnya.

Selain itu Debryna sempat merasa sedih ketika  ada teman dekatnya terkena Covid-19. Padahal temannya itu menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat. "Tapi namanya manusia, keluputan pasti ada, sehingga terinfeksi dan masuk ICU dan waktu itu keadaannya buruk," ujarnya. 

Karenanya ia berpesan pada masyarakat yang masih meragukan pandemi Covid-19, agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam kesehariannya. "Pesan kami pakai masker dan jaga jarak. Jadi nggak peduli kalian sangat percaya atau sangat tidak percaya, intinya kalian lakukan 2 hal itu saja," pesannya. 

Semangat adalah Imun
Pengalaman tak jauh berbeda dibagikan Kepala Perawat ICU RS dr Kanujoso Balikpapan Rustina Susanti. Ia harus mengenakan baju alat pelindung diri (APD) selama 8 jam sehari saat bertugas di ruang ICU. Meski demikian saat bertugas, ia tak lupa mengingatkan agar pasiennya berpikiran positif dan banyak tertawa agar suasana hati


Tetapi kepada keluarganya, ia harus memberikan pemahaman pada anak-anaknya tentang tanggung jawab mulia yang diembannya. 

"Mungkin ini imunisasi alami buat kita semua. Yang penting kita semua jaga diri, pakai masker, minum vitamin dan makan teratur, istirahat, semoga kita dijaga oleh Allah SWT," ia menceritakan. 

Sama dengan Debryna, Rustina juga bekerja secara ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan. Namun ia mengaku mendapatkan insentif atau tunjangan dari pemerintah terhitung sejak Maret lalu. 

"Alhamdulillah menjadi imun, dan imun buat teman-teman penyemangat," katanya. 

Perjuangannya memerangi Covid-19 tidaklah mudah, ada pukulan berat yang sempat dirasakannya. Seorang teman sejawat sesama tenaga medis harus meninggal di ruang ICU tempatnya bertugas, karena terpapar Covid-19. "Ini benar-benar kaya telibat drama, bikin lemas, di saat itu secara otomatis kami yang ada di ruang ICU lemas semuanya," kenang Rustina.

Ia pun juga berpesan agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Terutama 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

"Takut boleh, tapi waspada wajib. Kalau takutnya berlebihan, imun kita jadi turun, akhirnya kita menurunkan daya tahan tubuh. Satu pesan saya, kalau ada yang masih tidak percaya, saya antar kita tur ke ruangan saya, saya perlihatkan orang yang sedang berjuang antara hidup dan mati," pesan Rustina. 

Setelah mendengar pengalaman para tenaga medis itu, dr Reisa yang memandu perbincangan itu memberikan apresiasinya. Ia berharap dengan suka duka pengalaman para tenaga medis yang bertugas di lapangan, masyarakat yang pesimis akan sadar bahaya Covid-19.

"Setelah kita menyimak perbincangan yang menyentuh hati tadi, kita harus menyadari bahwa garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 justru adalah kita semua, masyarakat Indonesia yang benar-benar harus disiplin, melaksanakan 3M. Hanya dengan 3M kita mampu memutus mata rantai penyebaran," Reisa kembali mengingatkan.

Sumber: ayobandung.com

Share:

BTemplates.com

Blog Archive