Kushila Stein dalam kolek karetnya setelah diselamatkan oleh Hellenic Coast Guard | Hellenic Coast Guard
Seorang turis asal Selandia Baru terombang-ambing di lautan dekat Yunani selama dua hari. Setelah pencarian yang ekstensif, penjaga pantai Yunani menemukannya di 101 km utara dari Kreta. Wanita bernama Kushila Stein itu diselamatkan dari Laut Aegean, di utara Kreta.
Stein menuturkan, selama terdampar ia bertahan dengan merebus permen dan menyelimuti diri dengan plastik. Ia kemudian berusaha menarik perhatian dengan mengenakan tas merah di kepalanya dan memantulkan cahaya dengan cermin.
Ibunya, Wendy Stein, mengatakan bahwa putrinya adalah pelaut yang berpengalaman dan meyakini pelatihan yang diterima putrinya telah membantunya bertahan hidup.
Sebelum hilang, Stein mengatakan dirinya membantu seorang pria Inggris yang hendak naik kapal pesiar dari Turki ke Athena. Namun, dalam perjalanan kembali alat dayungnya jatuh ke laut dan angin kencang mendorong kapalnya ke lautan.
Operasi pencarian dan penyelamatannya melibatkan enam kapal, helikopter, dan drone bawah laut diluncurkan oleh penjaga pantai. Di kapalnya, ia menuliskan nama dan kontak ibunya karena menduga ia tidak akan selamat.
Sejumlah warga membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP),Kartu Identitas Anak (KIA), dan Akte kelahiran dalam Pelayanan Bina Kependudukan (Biduk) di Rusunawa Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jakarta Pusat telah mencatat 3.491 jiwa pendatang baru pasca Hari Raya Idul Fitri 1440 H. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mendorong adanya evaluasi terhadap pelayanan publik, guna mempercepat dan meningkatkan pelayanan di semua sektor.
"Acara siang ini merupakan keinginan pemerintah Kabinet Indonesia Maju yang diawali Kabinet Kerja. Pak Jokowi ingin mempercepat dan meningkatkan layanan publik di semua sektor," kata Tjahjo dalam sambutannya di acara Penyampaian Hasil Evaluasi dan Penghargaan Pelayanan Publik di Wilayah III, di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Tjahjo mengatakan, evaluasi dan penghargaan dilakukan dalam upaya mempercepat pemberian izin investasi.
"Dua hal ini yang diberikan tugas kepada saya dan teman-teman Kemenpan RB dalam upaya meningkatkan dan mempercepat reformasi birokrasi yang masuk dalam salah satu skala prioritas pemerintahan Jokowi-Ma'ruf untuk lima tahun ke depan," ujar dia.
Dia mengatakan dalam berapa tahun terakhir, Kemenpan RB juga telah menghimpun data dari seluruh kementerian serta pemda. Berdasarkan data yang dihimpun, didapat bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai ranking tertinggi dalam hal pelayanan publik.
Tjahjo menekankan keduanya perlu menjadi contoh bagi wilayah lain.
"Mohon teman-teman daerah untuk segera melakukan studi tiru. Tirulah Yogyakarta dan Jawa Tengah sehingga 514 kabupaten kota dan 34 provinsi ini akan bisa terus melakukan inovasi-inovasi yang terbaik," tutur dia.
Ibu Jin bermimpi memiliki sebuah kafe sebelum dia meninggal karena kanker dua tahun lalu. Jika dia hidup, dia akan berseri-seri dengan bangga mengetahui bahwa putranya yang berusia 28 tahun, yang menderita down syndrome, sedang mewujudkan mimpinya, dengan cinta dan ketelitian.
Thakolrat ‘Jin’ Prongsuwan, seorang penderita down syndrome asal Thailand mendadak terkenal di media sosial lantaran berhasil membuktikan kepada dunia bahwa down syndrome bukanlah sebuah halangan untuk menjadi seorang barista. Berkat popularitas yang terus meningkat, kini kafe tempat Jin bekerja ramai diserbu oleh para pembeli yang ingin mencicipi kopi racikannya.
Di dalam kafe, Jin tampak sibuk bekerja dengan mesin kopi, sementara pelanggan terus berdatangan untuk mencicipi minuman racikannya. Meskipun banyak pelanggan yang ramai mengamatinya, pria 28 tahun ini seakan tidak terpengaruh dan tetap fokus menjalankan tugasnya. Dengan hati-hati dan penuh ketelitian, Jin pun tampak lihai membuat berbagai macam hidangan khas kopi persis seperti latihan yang ia sudah jalani selama bertahun-tahun.
Layaknya seorang barista profesional, Jin pun dengan cekatan menggiling kopi hingga membuat foamed milk (buih susu) dan menuangkannya ke dalam cangkir. Berbagai jenis hidangan kopi mulai dari espreso, cappuccino, latte, hingga es moka setidaknya sudah dibuat Jin dengan sempurna. Tampak pula, bagaimana setiap kali melayani pelanggan, Jin selalu melihat dengan seksama ke gelas takar agar racikan yang ia buat pas dan sesuai dengan resep.
Thairath
"Satu. Dua. Tiga. Empat," ucap Jin saat menghitung jumlah sendok gula yang harus ia tambahkan ke gelas ukur.
Tidak terasa sudah sekitar 1,5 tahun Jin bekerja di Panya Cafe. Jin masih ingat betul bagaimana sebelum meninggal karena kanker, ibunya mempunyai mimpi untuk memiliki sebuah kafe. Meskipun, Jin belum bisa mewujudkan cita-cita ibunya tersebut, tetapi semua orang percaya bahwa ibunya akan merasa sangat bangga melihat anaknya saat ini.
Ibu Jin pasti juga akan merasa senang bagaimana anaknya tersebut bekerja keras menyeduh kopi serta melayani pelanggannya dari hari Senin hingga Jumat.
"Saya membuat kopi hingga pukul 4.30 sore. Saya suka minum cappuccino dan espreso dengan es," ucap Jin semangat.
Meskipun begitu, Jin rupanya bukanlah satu-satunya penyandang disabilitas yang bekerja di kafe yang terletak di Petchburi Road, Bangkok, tersebut. Setidaknya, sejak kafe ini dibuka pada Mei tahun lalu, Jin bekerja bersama seorang rekannya yang merupakan penderita autis.
Sementara Panya Cafe tempat Jin dan rekannya bekerja diketahui digerakkan oleh sebuah yayasan nirlaba terkemuka Thailand, Foundation for the Welfare of the Mentally Retarded of Thailand (Yayasan nirlaba untuk Kesejahteraan Tahanan Mental Thailand). Tidak hanya Jin, yayasan ini setidaknya telah menaungi sekitar 500 penyandang cacat intelektual dan melatih mereka agar bisa memperoleh kehidupan normal di dalam masyarakat.
Jin tercatat mulai bergabung dengan yayasan ini ketika ia berusia tujuh tahun. Meskipun saat itu, Jin tidak bisa berbicara sepatah kata pun, tetapi dengan pelatihan selama bertahun-tahun, ia akhirnya bisa bekerja di Panya Cafe hingga mampu menghafalkan sekitar 10 jenis menu minuman.
Tidak hanya itu, Jin termasuk beruntung telah mendapatkan pekerjaan sebagai barista dan setidaknya bisa memperoleh gaji sekitar USD 300 (Rp4,1 juta) per bulannya. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari ketua yayasan, Cherd Theerakiatikun, 90 persen penyandang cacat intelektual masih berstatus pengangguran.
Padahal, data dari Departemen Kesehatan Mental Thailand menunjukkan jumlah orang hidup dengan cacat intelektual mencapai angka sekitar 650 ribu orang, dan hanya 10 persen yang memiliki akses ke pusat perawatan atau rehabilitasi yang tepat. Bahkan, pada tahun 2018, laporan mencatat sebanyak 75 persen anak-anak cacat intelektual berusia 5 hingga 15 tahun tidak menerima pendidikan formal.
“Selain masalah neurologis, hanya ada 30 sekolah atau lebih di seluruh negeri yang melayani siswa dengan kebutuhan khusus. Tenaga kependidikan juga kurang," ucap Cherd.
Tidak hanya itu, nasib penyandang cacat intelektual seperti Jin makin diperburuk lantaran masih banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak-anak mereka menderita gangguan perkembangan.
"Beberapa anak terlihat normal tetapi mereka tidak bisa belajar dan gurunya tidak peduli. Jadi setelah meninggalkan sekolah, mereka tidak mempunyai tempat atau tujuan untuk pergi, dan mereka hanya bisa berdiam diri di rumah. Tanpa pekerjaan, mereka (hanya akan dianggap) menjadi beban bagi keluarga mereka," tambah Cherd seperti dilansir oleh CNA pada Senin (4/11).
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan tidak mengganti posisi direktur utama dan wakil direktur. Kedua posisi tersebut tetap diisi oleh Achmad Baiquni dan Herry Sidharta.
Sementara itu RUPSLB merombak susunan direksi karena pemberhentian dengan hormat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan Catur Budi Harto. Posisi tersebut digantikan oleh Tambok P. Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer.
Anggoro Eko Cahyo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan kini menggantikan posisi Tambok sebagai direktur bisnis konsumer. Ario Bimo yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager BNI Tokyo Ario Bimo mengisi posisi direktur keuangan.
Direktur utama Achmad Baiquni menjelaskan bahwa perubahan struktur direksi dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman yang sebelumnya dimiliki oleh pihak yang ditunjuk.
“Seperti Pak Bob yang bertukar posisi dengan Pak Rico pernah punya pengalaman di divisi internasional maupun cabang luar negeri,” katanya usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Berdasarkan RUPSLB Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko bertukar posisi dengan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional.
Selain susunan direksi, RUPSLB BNI juga memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris perseroan. Posisi tersebut kini diisi oleh Askolani.
Adapun RUPSLB BNI merupakan yang ketiga diadakan oleh bank pelat merah. Sebelumnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. juga telah melakukan agenda RUPSLB serupa.
Pemegang saham BTN memberhentikan Direktur Utama Maryono dan memberikan posisi tersebut kepada Direktur Utama BRI Suprajarto. Namun Suprajato menolak sehingga kedua jabatan puncak di kedua bank saat ini masih kosong.
Seekor beruk berukuran cukup besar terlepas dari kandangnya, di Jalan Tole Iskandar Perumahan Belacassa Blok Edelweis 5 R T 02/RW 023 Pancoran Mas Kota Depok.
Hewan liar tersebut kabur hingga menggigit pasangan suami istri yang tengah berkendara di sekitar wilayah tersebut.
Perwira Pelaksana, Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok Merdi Setiawan mengatakan korban suami istri yang digigit beruk tersebut mengalami luka cukup serius.
"Korban dua orang yaitu pasutri, yang suami luka robek 14 jahitan sedangkan istrinya harus transfusi darah akibat digigit beruk. Ditambah lagi, yang bersangkutan dalam kondisi hamil," Ucap Merdi, Senin (4/11/2019).
Merdi menjelaskan Beruk tersebut, awalnya milik warga sekitar yang di lepas lima tahun yang lalu. Karena takut menyerang akhirnya warga menangkap dan memasukkan binatang primata tersebut ke kandang besi.
Namun, seiring berjalannya waktu beruk tersebut semakin besar hingga hari ini terlepas setelah merusak besi kandang. Dia, berlari menyerang pasangan suami istri yang tengah lewat di sekitar lokasi kejadian.
"Jadi, dia menggelayut dari arah belakang, dan mengigit punggung korban wanita hamil itu. Suaminya, yang mengemudikan kehilangan arah menabrak tembok," bebernya.
Setelah itu, beruk tersebut lari dan masuk kedalam mobil rongsok warga memburunya tetapi tidak berani menangkap melihat perawakan beruk yang cukup besar dan taringnya yang cukup tajam.
"Warga menelepon, sekitar pukul 08.00 WIB, personel dibantu oleh Tim Animal Defender langsung mendatangi lokasi," jelasnya.
Selanjutnya, Tim melakukan evakuasi satwa liar itu dengan cara menembakkan bius. Tak menunggu waktu lama, petugas langsung memasukkannya ke dalam kandang besi yang telah diperbaharui oleh warga.
Pemadam Kebakaran Kota Depok, telah berkoordinasi dengan Kebun Binatang Ragunan untuk menyerahkan tersebut, namun karena keterbatasan tempat akhirnya beruk itu tidak diterima.
"Tidak ada tempat disana, jadi solusinya tetap di kandang tapi nanti akan divaksin. Memang sulit juga, kalau dilepas ke alam bebas nanti malah mati. Primata ini, berbeda dengan hewan lain. Mereka butuh penyesuaian lama," pungkasnya.
Keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 76/2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 118 Tahun 2018 Tentang Ketentuan Impor Barang Modal Dalam Keadaan Tidak Baru menjadi polemik dunia kemaritiman kita saat ini.
Permendag tersebut dianggap sebagai kebijakan yang bisa mematikan industri galangan kapal nasional. Penolakan terhadap regulasi itu mengalir deras utamanya dari Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo).
Sekjen IperindoAskan Naim pun langsung mengkritisi kebijakan pemerintah itu karena tidak sesuai dengan komitmen membangun industri maritim nasional yang berdaya saing.
“Adanya Permen baru itu menimbulkan polemik di bidang industri kapal, seolah pemerintah membuat kegalauan dalam membangun industri maritim,” kata Askan dalam keterangannya yang diterima redaksi, Senin (4/11).
Pasalnya di sisi lain pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berupaya untuk menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal itu sebagaimana perintah Presiden Jokowi berulang kali kepada Menteri Perindustrian.
“TKDN berharap dapat memaksimalkan potensi dalam negeri, namun di sisi lain Kementerian Perdagangan malah membuka kran impor kapal di atas 30 tahun,” lanjut Askan.
Hal tersebut, sambungnya, seoalah menjadikan Indonesia tempat pembuangan kapal besi tua yang kemudian boleh berjalan di laut Indonesia. Menurut dia, kapal yang usianya sudah di atas 30 tahun dalam ketentuan teknis sudah masuk masa spesial survei artinya seluruh elemen kapal perlu diperiksa ulang karena sudah melewati masa kemampuan teknis.
“Selain itu perlu dicermati juga beberapa kecelakaan kapal yang kerap terjadi. Silakan dilakukan investigasi dari KNKT berapa usia kapal tersebut. Jangan sampai hanya mengedepankan kepentingan bisnis lalu keselamatan diabaikan,” tegasnya.
Dia mengingatkan pemerintah untuk meninjau kembali regulasi tersebut. Jangan sampai para pelaku usaha galangan kapal dalam negeri mati pelan-pelan di tengah besarnya potensi bisnis maritim nasional.
Selain itu Askan juga melihat adanya anomali dari tubuh pemerintah yakni keluarnya Permen tersebut dengan pernyataan presiden pada saat mengumandangkan visi Poros Maritim Dunia.
“Kok bisa di akhir masa jabatan tahu-tahu ada Permen mengenai impor kapal dan kemudian presiden di masa pelantikannya pada tahun 2014menyampaikan akan konsen terhadap pembangunan Poros Maritim Dunia dengan membangun industri maritim yang unggul,” tegasnya lagi.
“Ini menjadi teguran keras bagi pemerintah dari pelaku usaha galangan kapal. Kita ini negara yang memiliki potensi kemaritiman yang sangat besar jangan sampai pemerintah hanya melihat dari satu sisi selaku pemangku kebijakan,” pungkas Askan.
Calon tunggal Kapolri, Komjen Idham Azis saat hadir untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) dengan komisi III di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Komjen Idham Aziz yang menjabat Kabareskrim ini merupakan calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo. Usai menggelar uji kelayakan dan kepatutan Komjen Idham Aziz akan menandatangani surat pernyataan. Kemudian, Komisi III DPR bakal langsung menggelar rapat untuk menerima atau menolak hasil tersebut. | AKURAT.CO/Sopian
Kepala Biro Penerangan Masyarakat PolriBrigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz dijadwalkan bersilaturahim ke Kejaksaan Agung pada Senin (4/11) sore.
"Setelah kunjungan ke Panglima TNI, Pak Kapolri dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke KPK, ke Kejaksaan Agung dan ke Kepala Staf Angkatan dan beberapa kementerian lembaga," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Tujuan agenda kunjungan ini untuk memperkuat sinergitas Polri dengan sejumlah lembaga negara dan kementerian.
"Memperkuat sinergitas untuk mendukung program pemerintah dan kebijakan presiden dalam rangka menuju Indonesia maju," ucapnya.
Namun demikian, pihaknya tidak merinci secara detil waktu kunjungan ke tiap lembaga negara tersebut.
"Akan dikomunikasikan dulu dengan kementerian dan lembaga terkait tentang waktunya. Kalau ada kesepakatan waktu, langsung beliau (kapolri) melakukan silaturahim," ujarnya.
Senada, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mukri membenarkan rencana kunjungan kapolri ke Kejaksaan Agung.
"Rencananya kapolri bertamu ke Kejaksaan Agung pukul 16.30 WIB," kata Mukri melalui pesan singkat.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Aziz telah bersilaturahim menemui Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Jumat (1/11), tak lama setelah Idham dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri.
Kunjungan tersebut untuk meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri.