Situs Blog Berita, Ya Blogger Berita Indonesia.

  • Berita

    Menyajikan Berita Teraktual Dari Sumber Terpercaya.

  • Olahraga

    Menyediakan Berita Olahraga Dari Sumber Terpercaya

  • Profil

    Menampilkan Beberapa Profil Tokoh Publik Yang Berpengaruh

Rabu, 01 Januari 2020

Jabodetabek Dikepung Banjir, Begini Saran Fahri Hamzah Kepada Para Pejabat

Fahri Hamzah saat mengumumkan pengurus Partai Gelora | AKURAT.CO/Muslimin
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengimbau agar para pejabat tidak saling menyalahkan satu sama lain perihal musibah banjir yang terjadi di Indonesia, khususnya di area Jabodetabek. 
Mantan Wakil Ketua DPR itu berpendapat, keterlibatan negara dalam hal ini pemerintah pusat diharapkan untuk mengatasi masalah apabila pemerintahan di bawahnya tidak sanggup menangani persoalan yang ada. 
"Kalau ada masalah besar dan jabatan kecil gak sanggup, rakyat berharap negara menggunakan jabatan besar," ujar Fahri melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (2/1/2020).
Ia menegaskan, rakyat tidak punya urusan dengan pertengkaran politik antar pejabat. Mengutip pernyataan filsuf Marcus Tullius Cicero, Fahri mengatakan bahwa kepentingan rakyat adalah keselamatan dan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. 
"Kan rakyat bertanya, kenapa musim hujan kita kebanjiran terus? Ada banyak cara menghibur rakyat tapi pertanyaan rasionalnya kan harus dijawab, “Apakah Jakarta dan banjir adalah nasib kita?” Sudah banyak yang menjanjikan solusi termasuk presiden. Tapi pertanyaan rakyat tetap sama," tutur Fahri.
Kata dia, daripada saling menyalahkan, lebih baik para pejabat terbuka tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ia mengaku pernah menjadi ketua Tim DPR untuk penanggulangan musibah Gempa NTB, Sulawesi, Banten dan Lampung. Katanya, kalau dilihat dari polanya, masalahnya sama dan sudah ia laporkan.
"Kalau boleh diringkas; masalah pertama adalah, lemah kemampuan membaca gambar besar persoalan. Kedua, ketiadaan rencana jangka panjang. Ketiga, kelemahan Kordinasi dan kekompakan. Keempat, kepemimpinan dan yang terakhir adalah kecepatan dan ketepatan. Anggaran ada, SDM cukup," ujarnya. 
"Maka, kalau mau menuntaskan banjir di 3 propinsi ini dan di INDONESIA secara umum, kita bisa menggunakan laporan yang saya pernah buat. Dan itu hanya memerlukan 1 saja syarat: kerendahan hati untuk bersatu membaca persoalan bersama. Terutama dari yang paling kuat. Itu saja," tambahnya.

Tag: #Banjir2020, Peran Pejabat Tangani Musibah, Jabodetabek, Dikepung Banjir, Fahri Hamzah

Sumber: akurat.co
Share:

Pengungsi Korban Banjir Jakarta Terserang Ispa Hingga Dermatitis Kulit

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat mendistribusikan bantuan logistik untuk korban banjir. | AKURAT.CO/Ardian
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Timur, Indra Setiawan, mengatakan para pengungsi korban banjir Cipinang Melayu yang berada di lokasi pengungsian Universitas Borobudur terserang ISPA.

"Kasus terbanyak ISPA, lalu Dermatitis kulit, dan lambung. Mulai pagi ini kita akan screening terhadap 926 jiwa dengan tujuan melihat mana dari mereka yang berisiko tinggi," kata Indra saat ditemui di lokasi pengungsian yang berada di Universitas Borobudur, Jakarta, Kamis (2/1/2019).

Indra mengatakan berdasarkan data posko kesehatan terdapat 265 kepala keluarga korban banjir Cipinang Melayu yang mengungsi di Universitas Borobudur.

"Total pengungsi laki-laki 467 jiwa, dan perempuannya 259 jiwa," lanjut dia.

Sementara itu, Indra menambahkan ada sebanyak 51 lansia, 114 balita, dan delapan ibu hamil yang ditampung di lokasi pengungsian yang berada di Universitas Borobudur.

"Mana yang berisiko tinggi akan kita petakan. Kalau memang ada penyakit berisiko tinggi yang perlu dipantau jadi kita tidak sulit memantaunya," kata dia.

Untuk persediaan obat, menurut Indra, pihaknya sudah menyiapkan segala keperluan untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi terkait kondisi kesehatan pengungsi.

"Kita lengkap dan Dinas Kesehatan punya cadangan untuk ini," imbuhnya.
Sumber: akurat.co
Share:

Jansen: Nanti Selesai Banjir, Kasus Jiwasraya Kita Naikkan Lagi

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi yang bertajuk "Putusan PN Jaksel soal Century, Bisakah Boediono Tersangka?" di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4) | AKURAT.CO/Sopian

Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, setelah bencana banjir yang melanda wilayah Jabodetabek berakhir, selanjutnya kasus gagal bayar klaim polis PT Asuransi Jiwasraya (persero) diungkap kembali. 

Hal itu disampaikan Jansen untuk menanggapi seorang warganet dengan nama akun @RollezB yang berharap kasus Jiwasraya tidak redup dengan adanya bencana banjir yang kini mnejadi sorotan semua pihak. 
"Semoga kasus jiwasraya gak hanyut bersama banjir yang melanda ya bang," kata @RollezB.
"Iya. Nanti selesai banjir, kasus @Jiwasraya kita naikkan lagi ya. Biar fokus ke banjir aja dulu pemerintah," jawab Jansen. 
Jansen juga berharap tidak ada nasabah Jiwasraya yang terdampak banjir. "Kita berharap semoga tidak ada korban banjir ini yg juga nasabah Jiwasraya yg gagal bayar. Kasihan benar, bisa terasa kena bencana 2 kali itu pasti rasanya," ujarnya. 
Seperti diketahui, sebelum musibah banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek, kasus Jiwasraya menjadi sorotan banyak pihak. Hal itu berawal dari pengakuan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (persero) Hexana Tri Sasongko bahwa pihaknya tidak mampu membayar klaim polis kepada nasabah sebesar Rp12,4 Triliun. 
“Jiwasraya tak bisa membayar (polis) karena sumbernya dari corporate action. Saya minta maaf ke nasabah (pemegang polis)," ujar Hexana dalam rapat komisi VI DPR RI, Senin (16/12/2019).


Sumber: akurat.co
Share:

BNI Raih Padmamitra+ Awards 2019


Mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah sebagai salah satu sumber penghasilan yang kemudian menabungkan penghasilannya di dalam sistem perbankan, perlu diupayakan secara konsisten dan berkelanjutan.

Untuk itu, Bank BNI giat mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan mengelola sampah dengan baik sekaligus meningkatkan literasi keuangan dengan memperkenalkan Agen46 yang berfungsi sebagai Bank Sampah.
“Lingkungan menjadi lebih bersih, sampah pun terpilah. Saat yang sama, Agen BNI46 pun dapat dioptimalisasikan, antara lain dengan pembukaan rekening tabungan BNI, baik BNI Taplus, Simpel (simpanan pelajar) maupun tabungan BNI Pandai. Program ini juga telah sukses mendigitalisasi transaksi di Bank Sampah,” kata Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) menyerahkan Padmamitra+ Award 2019 kategori Inovasi Digital kepada Direktur Bisnis Komputer BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan) di Balai kota DKI Jakarta, Selasa (5/11/2019). BNI konsisten mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan mengelola sampah sekaligus meningkatan literasi keuangan dengan memperkenalkan Agen46 yang berfugsi sebagai Bank Sampah. ANTARA/HO/Bank BNI
Mengusung tema “Program Ayo Menabung dengan Sampah,” konsistensi Bank BNI mengembangkan Bank Sampah ini mendapatkan penghargaan Padmamitra+ Award 2019 kategori Inovasi Digital, pada Selasa (5/11), yang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Tema ini berdampak positif dan berhasil diterapkan di berbagai kawasan di DKI Jakarta sehingga dalam waktu singkat dapat dijalankan di 5 Wilayah dan 1 Kabupaten, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Kabupaten Kepulauan Seribu.
Program ini memberikan banyak manfaat, yaitu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis, melatih kebiasaan menabung melalui sistem perbankan, menyadarkan pentingnya hidup bersih dan mengajarkan pengelolaan serta pemilahan sampah.Sebelumnya, BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1 dan Pemda DKI berkolaborasi menggelar Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah.
Gerakan ini bagian dari Program BNI Go Green yang menjadi perwujudan tanggungjawab BNI terhadap lingkungan, yang masuk dalam salah satu program pada Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BNI. Dengan demikian, kegiatan BNI menjadi usaha yang berwawasan lingkungan.
Anggoro menuturkan, Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah merupakan sinergi dan kepedulian bersama antara BNI, OJK, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya. Caranya adalah dengan mendorong partisipasi masyarakat secara langsung.
Terkait dengan inklusi keuangan, jumlah rekening Simpanan Pelajar (Simpel) per 30 September 2019 telah mencapai lebih dari 800.000 rekening, tumbuh lebih dari 45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah dana yang dihimpun lebih dari Rp 57 miliar atau tumbuh 14 persen dibanding tahun lalu periode yang sama.
Jumlah ini termasuk di dalamnya sekitar 150.000 rekening Simpel yang telah dihasilkan dalam pilot project Program Ayo Menabung dengan Sampah di Jakarta Barat dan Utara sejak tahun lalu.
Respon positif dari kalangan siswa ini memberikan rasa optimisme pada generasi muda mendatang yang lebih peduli terhadap lingkungan, dan implementasi Program OJK “one student one account” secara lebih luas.
Hingga September 2019, gerakan ini sudah diikuti lebih dari 150.000 siswa serta 5.000 warga dan pasukan orange, lebih dari 200 bank sampah dengan total dana hasil penjualan yang telah dihimpun mencapai lebih dari Rp 3 miliar.
Dengan peluncuran secara lebih luas lagi diharapkan membawa dampak lebih besar terhadap pengurangan sampah dari sumbernya, serta siswa dan masyarakat dapat menikmati nilai ekonomis dari kebiasaaan dan kemandirian dalam menabung dengan sampah serta mendukung implementasi program one student one account.
Hal penting lainnya adalah dengan program ini adalah langkah awal pembentukan karakter anak untuk gemar menabung dan peduli lingkungan sejak dini. Dengan gerakan ini akan membentuk & menciptakan sekaligus “lesscash society & lessthrash community”.
Sumber: Infoambon.com
Share:

500 Warga Ambon Nikmati Paket Nutrisi Gratis



Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Ambon dan Komando Daerah Militer (Kodam) Pattimura memanjakan sekitar 500 orang warga Kota Ambon dan sekitarnya dengan pengobatan gratis. Selepas mendapatkan perawatan dan pengobatan dari tim dokter dan perawat Kodam Pattimura, BNI Ambon memberikan paket nutrisi sebanyak 500 paket. Peserta pengobatan gratis semakin lengkap dengan menerima tambahan bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa 500 paket sembako.
Acara Bhakti Sosial Pengobatan Umum yang digelar berkenaan dengan Peringatan Hari Pers Nasional itu diselenggarakan di Kantor Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/17). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Sosial RI Khofifa Indar Parawansa, Panglima Daerah Militer Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Pemimpin BNI Wilayah Makassar Slamet Djumantoro. Acara ini digelar sebagai acara bersama antara Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih SCTV/Indosiar dan BNI.
Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, pengobatan gratis ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya, sekaligus mempermudah akses ke fasilitas kesehatan tanpa perlu khawatir terbebani oleh biaya berobat. Program ini mendapatkan dukungan tenaga dokter dari Kodam Patimura sebanyak 6 orang.
"Untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,  kami memberi tambahan nutrisi untuk seluruh peserta pengobatan gratis tersebut,  seperti susu, telor, roti, dan biskuit," ujar Kiryanto.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Khofifa Indar Parawansa hadir langsung bertatap muka dengan warga. Pada kegiatan itu, Menteri sosial menyempatkan diri berkeliling dan menyapa satu per satu warga yang hadir untuk berobat kepada dokter dan perawat yang dihadirkan panitia. Mensos menyapa dan berdialog dengan warga Hukurila yang sangat antusias bertemu dengannya.
"Saya keliling Indonesia, sudah melihat ciri khas daerah di Indonesia. Kalau di BNI Ambon ini ada Pela Gandong. Kekayaan Indonesia ini sangat banyak, harus dipertahankan. Kegiatan sosial semacam ini harus didukung terus," kata Khofifa.

Share:

Pejabat BNI Dirombak, Achmad Baiquni Tetap Jadi Dirut



Setelah Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara, giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam RUPSLB itu, susunan direksi dan komisaris perseroan diubah. Namun, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank BNI.


Adapun pergantian susunan pejabat Bank BNI ialah, satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) Bank BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di Bank BNI masih bertahan.

"Kemudian (RUPSLB) memberhentikan dengan hormat saudara Catur Budi Harto dari jabatan sebagai direktur bisnis usaha mikro kecil dan menengah," kata Direktur Keuangan Bank BNI Ario Bimo yang baru saja diangkat, di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Sementara itu di jajaran komisaris ada pergantian Marwanto Harjowiryono yang dipindahkan menjadi Komisaris Bank BTN, digantikan oleh Askolani, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Sebelumnya Askolani adalah Komisaris Bank Mandiri yang digantikan oleh Rionald Silaban, dari Kementerian Keuangan.


Berikut jajaran direksi Bank BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah


Sumber: Finance.detik.com
Share:

Achmad Baiquni Tetap Dirut, Direksi BNI Dirombak


Setelah Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara, kini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat siang ini (30/8/2019).

Hasilnya, Achmad Baiquni masih ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank BNI. Dia sebelumnya diangkat dalam RUPS BNI pada 17 Maret 2015 dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015.

Lahir tahun 1957, Achmad Baiquni memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI (2010 - 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi Bank BNI (2006 - 2008) dan Direktur Konsumer Bank BNI (2003-2006).

Selain itu, RUPSLB juga memutuskan pergantian satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) Bank BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di Bank BNI masih bertahan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo sebelumnya sudah memberi sinyal kemungkinan ada pergantian direksi dan komisaris pada BBNI.

"[BNI] Kemungkinan ada perubahan pengurus. Direksi dan Komisaris," kata Gatot di Menara BTN, Kamis (29/8/2019).

Menurut Gatot, Komisaris baru BTN Marwanto juga dipindahkan dari Bank BNI sehingga ada posisi kosong dari jajaran Komisaris di Bank BNI.

Berikut jajaran direksi Bank BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah

Sumber: Cnbcindonesia.com
Share:

BTemplates.com

Blog Archive